Breaking News:

Penanganan Covid

Pimpinan DPR: Insentif Merupakan Bentuk Motivasi Nakes untuk Menangani Covid-19

pemberian insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) merupakan bentuk motivasi bagi nakes dalam menangani pandemi Covid-19.

Tribunnews/Jeprima
Suasana pemberian vaksin Covid-19 Sinovac dosis pertama kepada sejumlah tenaga kesehatan (nakes) secara massal di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2021). Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar vaksinasi Covid-19 massal dengan menargetkan 6.000 orang tenaga kesehatan yang bertugas pada fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta di DKI Jakarta. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin menegaskan, pemberian insentif bagi tenaga kesehatan (nakes) merupakan bentuk motivasi bagi nakes dalam menangani pandemi Covid-19.

Dia mengingatkan bahwa para nakes sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19, berjuang memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien terinfeksi Covid-19.

Bahkan di antara mereka sampai kehilangan nyawa saat bertugas.

"Intensif nakes merupakan bentuk apresiasi dari negara untuk memotivasi dan menjaga spirit nakes untuk menangani pasien Covid-19," ucap Azis kepada wartawan, Jumat (5/2/2021).

Azis meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengawasi penyaluran pemberian insentif yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

Selain itu, Pemda juga diminta menyederhanakan proses administrasi untuk mempercepat penyaluran dana insentif.

Baca juga: Sepanjang 2020, Pemerintah Bayarkan Insentif Nakes 9 Triliun

"Rumah Sakit rujukan Covid-19 agar aktif mendata nakes yang berhak mendapatkan insentif guna diajukan kepada Kemenkes dan Pemda masing-masing. Sehingga dapat segera diproses untuk pencairan serta melaporkan kembali apabila telah menerima dana insentif danproses penyaluran dana insentif dapat diverifikasi dan dimonitor," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Keuangan memastikan tak ada pemotongan insentif bagi tenaga kesehatan.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani menyatakan, besaran nilai insentif yang diberikan pemerintah masih sama dengan tahun 2020.

Hal itu disampaikan Askolani dalam konferensi pers bersama Kementerian Kesehatan, Kamis (4/2/2021).

Halaman
12
Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved