Breaking News:

Penanganan Covid

Kemenkes: Belum Ada KIPI Bermakna dalam Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia

sampai saat ini belum ada laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi yang bermakna, setelah dilakukan vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan Lansia.

Tribunnews/Herudin
Ilustrasi: Petugas kesehatan bersiap sebelum menyuntikkan vaksin Covid-19. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan melaporkan sampai saat ini belum ada laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau KIPI yang bermakna, setelah dilakukan vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan lanjuta usia (lansia).

Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI dr Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, laporan yang diterima masih bersifat ringan dan masih dapat tertangani.

"Tidak ada KIPI, tidak ada gejala berat. Seluruh Indonesia dilaporkan ringan dan sedang dan semuanya ditangani," ujarnya dalam dialog virtual bertajuk 'Vaksinasi Menyasar Pedagang Pasar' Rabu (17/2/2021).

Baca juga: Terpapar Covid-19, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Tetap Berikan Arahan Rapim Polri 2021 Secara Daring

Ia mengatakan, vaksin Covid-19 Coronavac telah teruji keamanan, mutu, dan khasiatnya oleh BPOM.

Terlebih khusus lansia, terdapat prosedur berbeda dan spesifik dalam melakukan vaksinasi.

Pemerintah menargetkan, 21,5 juta lansia akan menerima vaksin Covid-19 dengan interval waktu 28 hari.

Baca juga: Menkes: Pasien Covid-19 yang Dirawat di RS Menurun dalam Dua Pekan Terakhir

Selain interval penyuntikan, ada tahapan lain yang diberlakukan.

Yakni, tekanan darah dan suhu, sama dengan kategori lain, yaitu suhunya mesti 37,5 derajat celcius ke bawah dan tekanan darahnya tidak boleh lebih dari 180/110 mmHg.

Kemudian, ditambah dengan wawancara sebelum dilakukan penyuntikan kepada lansia, sebagai wujud kehati-hatian.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved