Breaking News:

Ibu Hamil Boleh Divaksin Covid-19? Begini Kata Kemenkes RI

Prosedur vaksin semakin dinamis, dahulu ada beberapa golongan yang tidak diperbolehkan tapi kini sudah mendapat izin karena sudah teruji keamanannya

Freepik
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kemunculan vaksin Covid-19 memang masih mendapatkan pro dan kontra pada masyarakat. Ada pihak yang setuju, ada pula yang tidak. 

Selain itu diperparah pula oleh informasi palsu yang bertebaran dimana-mana.

Masyarakat yang belum mendapatkan literasi sebagian menerima informasi bulat-bulat.

Padahal, vaksin diadakan untuk meminimalisir terjadinya penularan Covid-19.

Hal ini diungkapkan oleh Juru bicara (jubir) Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes), Siti Nadia Tarmizi.

Walau begitu, vaksin tidak bisa diberikan secara bebas dan memang harus dipertimbangkan apakah orang tersebut memenuhi kriteria atau tidak. 

Baca juga: VIRAL TikTok Uang Dipanaskan di Rice Cooker agar Virus Corona Mati, Pengunggah: untuk Jaga-jaga

Baca juga: BREAKING NEWS Update Corona 20 Februari: Pasien Positif Tambah 8.054, Total Kasus 1.271.353

Misalnya dari segi usia, vaksin baru bisa diberikan rentang umur 18-59 tahun. Nadia juga mengungkapkan bahwa program vaksin lansia juga akan dilaksanakan.

Meski begitu, untuk ibu hamil belum diperbolehkan.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Tim Advokasi Vaksinasi PB IDI Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI.

"Saat ini ibu hamil belum boleh, baru ibu menyusui yang diperbolehkan untuk vaksin," ungkapnya pada acara Webinar Series Tim Advokasi Vaksinasi PB IDI bersama KPC PEN, Minggu (21/2/2021).

Baca juga: Waspadai Risiko Penyakit Saat Musim Banjir, Bisakah Virus Corona Tertular Melalui Air?

Baca juga: Gubernur DKI Anies Bilang Jakarta Banjir karena Limpahan Air dari Bogor, Bima Arya: Cuma Siaga 3

Tapi belum tentu aturan ini tetap sama.

dr Iris mengungkapkan prosedur vaksin semakin dinamis, dahulu ada beberapa golongan yang tidak diperbolehkan tapi kini sudah mendapat izin karena sudah teruji keamanannya. 

dr Iris mengungkapkan jika hal ini wajar sebab Covid-19 adalah jenis virus yang baru sehingga kemungkinan akan ada hal baru yang dapat ditemukan terkait virus ini.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved