Breaking News:

Penanganan Covid

Komisi V DPR Minta Harga Tes GeNose di Bandara Tak Lebih dari Rp 20 Ribu

Kementerian Perhubungan dan pemangku kepentingan terkait, tidak boleh membedakan harga tes GeNose di bandara dengan di stasiun. 

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Calon penumpang kereta api menjalani layanan deteksi Covid-19 dengan metode GeNose C19 (Gajah Mada Electric Nose Covid-19) di Stasiun Bandung, Jalan Kebon Kawung, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (15/2/2021). PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai menerapkan tes GeNose C19 bagi calon penumpang di Stasiun Bandung dengan tarif Rp 20.000, sebagai salah satu syarat perjalanan kereta api jarak jauh untuk mengantisipasi terjadi kerumunan kepadatan pelayanan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi V DPR Novita Wijayanti menyambut baik rencana penerapan tes GeNose atau alat deteksi Covid-19 berbasis hembusan nafas di bandara. 

"Kami sambut baik, karena GeNose sendiri merupakan hasil karya dalam negeri, dan sekarang pun sudah digunakan penumpang kereta api sebagai syarat perjalanan di tengah pandemi," ujar Novita saat dihubungi, Jumat (26/2/2021).

Menurutnya, diperbolehkan tes GeNose dari sebelumnya Tes PCR, dan Rapid Test Antigen untuk penumpang pesawat, akan berdampak positif ke industri penerbangan yang tertekan akibat pandemi Covid-19.

Apalagi, kata Novita, harga tes GeNose jauh lebih murah dibanding PCR maupun Antigen yang mencapai ratusan ribu. 

"GeNose di stasiun itu Rp 20 ribu, sangat terjangkau untuk penumpang dan hasilnya pun dapat dipercaya dapat menekan penyebaran Covid-19," ucapnya. 

Baca juga: Vaksinasi Anggota DPR dan Keluarga Tak Boleh Diliput Media, Pimpinan DPR Sebut Alasan Prokes

Oleh sebab itu, Novita meminta Kementerian Perhubungan dan pemangku kepentingan terkait, tidak boleh membedakan harga tes GeNose di bandara dengan di stasiun. 

"Harus sama Rp 20 ribu, karena material yang digunakan sama, tidak ada perbedaan antara di bandara dan stasiun," tutur politikus Gerindra itu. 

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menyebut tes GeNose di bandara akan dilaksanakan pada 1 April 2021. 

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengatakan, tes GeNose di bandara dilakukan secara bertahap, dimulai dari bandara kecil, medium, dan besar. 

"Bertahap, tidak semua bandara pada 1 April 2021. Dimulai dari yang kecil, tapi ini masih pembahasan dan belum final," papar Novie

Sementara terkait harga tes GeNose di bandara, Novie belum dapat memastikan pada saat ini, karena sedang dibahas semua pemangku kepentingan. 

"Harga masih dibahas, belum selesai ditentukan. Tapi kurang lebih, ya tidak jauh beda dengan stasiun karena materialnya sama," ucap Novie.
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved