Selasa, 2 Juni 2026

Penanganan Covid

Harga Vaksin Merah Putih Kemungkinan Dibanderol Rp 72 Ribu

Kemenristek/BRIN), Bambang Brodjonegoro mengatakan kemungkinan besar harga vaksin merah putih akan lebih murah daripada vaksin yang diimpor

Tayang:
Capture Video Zoom/Fitri Wulandari
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang PS Brodjonegoro, dalam Webinar 'Tantangan dan Kebijakan Pengembangan Vaksin Merah Putih untuk Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19', Jumat (22/1/2021). 

"Semua vaksin tersebut akan memenuhi kebutuhan vaksinasi seluruh masyarakat Indonesia sebanyak 186 juta penduduk Indonesia," katanya.

Dante mengatakan pihaknya dibantu oleh Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan dalam akselerasi pengadaan vaksin Covid-19. Sehingga proses kedatangan vaksin lebih mudah agar bisa segera diberikan kepada masyarakat Indonesia.

"Semuanya ini akan dilakukan secara terintegrasi dan vaksin yang baru tiba ini akan diberikan untuk program vaksinasi tahap II yakni pelayan publik dan Lansia sebesar 21,6 juta," ujar Dante.

Dante Saksono Harbuwono mengatakan, 10 juta bahan baku yang tiba akan diproses oleh PT Bio Farma menjadi 8 juta vaksin. "Hari ini kita kedatangan 10 juta bulk vaksin, bulk vaksin ini adalah materi dasar vaksin yang nanti akan dibuat oleh Bio farma menjadi sekitar 8 juta vaksin," ujar Dante.

Ia mengatakan, bahan baku yang tiba kemarin akan dialokasikan untuk vaksinasi tahap kedua yakni kelompok lansia dan petugas pelayanan umum.

"Semuanya ini akan dilakukan secara terintegrasi dan vaksin yang baru tiba ini akan didiberikan untuk program vaksinasi tahap kedua yaitu petugas pelayanan umum dan lansia," tutur dia.(Tribun Network/fik/rin/vio/wly)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved