Breaking News:

Virus Corona

Muncul Virus Corona B117, Kenali Istilah Mutasi, Varian, dan Strain Virus

Dunia masih berjuang dalam pengendalian Covid-19, bahkan tantangan kian berat setelah virus corona bermutasi.

Editor: Adi Suhendi
Freepik
ilustrasi virus corona 

Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Prof Amin Subandrio dalam sebuah diskusi virtual mengatakan, mutasi virus merupakan hal alamiah dari virus. Virus akan mengalami mutasi secara acak.

Baca juga: Selain B117, Mutasi Corona B1351 dan P1 Juga Diwaspadai Indonesia

Dari sekian banyak mutasi, hanya 4% yang menyebabkan virus itu menjadi lebih berbahaya.

Cara menghambat persebaran mutasi virus sama dengan yang sudah kita lakukan selama ini: protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Menjaga jarak dan hindari kerumunan, serta Mencuci tangan pakai sabun), dan upaya 3T (Tes, Telusur dan Tindakan) dan siap mengikuti program vaksinasi.

B117 Belum Ditemukan di DKI Jakarta

 Juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi menegaskan, sampai saat ini kasus mutasi corona B117 belum ditemukan di DKI Jakarta.

Ia memaparkan, saat ini total ada 6 kasus B117 yang sudah ditemukan dan dilaporkan ke GISAID (Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID).

Yaitu, 2 kasus di Karawang yaitu di provinsi Jawa Barat, 1 kasus di Sumatera Utara, 1 kasus itu di Sumatera Selatan, 1 kasus di Kalimantan Timur, dan yang terakhir adalah 1 kasus di Kalimantan Selatan.

"Jadi sampai saat ini kasus yang berkedudukan di Jakarta kita belum temukan adanya variasi mutasi dari B117," ujar diskusi virtual bertajuk "Pemantauan Genomik  Varian Baru SARS-Cov2 di Indonesia", Jumat (12/3/2021).

Baca juga: Apakah Mutasi Virus Corona N439K Lebih Berbahaya dari B117? Ahli Epidemiologi Beri Penjelasan Begini

Nadia menuturkan, pelacakan kasus mutasi ini diambil dari pekerja migran Indonesia atau pelaku perjalanan dari luar negeri, sehingga tidak ditemukan di Jakarta.

Baca juga: Jangan Tunda Vaksinasi Covid-19, Meski Ada Mutasi Corona

"Pada laporan itu memang tertulis adalah laboratorium yang melakukan pemeriksaan asal sampel. Jadi kemarin kita klarifikasi lagi, kita lakukan pelacakan kasus. Jadi 6 kasus itu tidak ada yang berasal dari provinsi DKI Jakarta," terang dia.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved