Breaking News:

Penanganan Covid

1,1 Juta Vaksin AstraZeneca Telah Distribusikan ke 7 Provinsi, Terbanyak di Jatim dan Bali

Sebanyak 1,1 juta vaksin AstraZeneca telah selesai didistribusikan. Kementerian Kesehatan hanya mengalokasikan jutaan vaksin tersebut ke tujuh provins

Sergei SUPINSKY / AFP
Seorang pekerja medis menyusun dosis vaksin Oxford / AstraZeneca untuk melawan penyakit virus corona, yang dipasarkan dengan nama Covishield dan diproduksi di India, dalam jarum suntik selama vaksinasi para imam di Kiev pada 16 Maret 2021. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Sebanyak 1,1 juta vaksin AstraZeneca telah selesai didistribusikan. Kementerian Kesehatan hanya mengalokasikan jutaan vaksin tersebut ke tujuh provinsi di Indonesia.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Senin (29/3/2021).

"Iya sudah kita distribusikan semua dan sudah digunakan. Jadi diharapkan tidak akan sampai kadaluarsa," ujar Siti Nadia.

Tujuh provinsi tersebut adalah Bali, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, Maluku, maupun DKI Jakarta.

Nadia menjelaskan, vaksin AstraZeneca sesuai target pemerintah disuntikan kepada kelompok lanjut usia dan petugas pelayanan publik.

Untuk daerah terbanyak pendistribusian vaksin asal Inggris ini adalah provinsi Jawa Timur dan Bali, masing -masing 250 ribu dosis vaksin.

Baca juga: Pengidap Autoimun Tak Bisa Sembarangan Divaksin Covid-19

"Jatim dan Bali masing-masing 250.000 dosis vaksin dan 50 ribu kalau di Sulawesi Utara," kata dia.

Diketahui, sebanyak 1.113.600 vaksin AstraZeneca telah tiba di Tanah Air pada 8 Maret lalu.

Vaksin AstraZeneca telah mulai digunakan pada Senin pekan lalu setelah BPOM dan MUI mengizinkan penggunaan vaksin atas dasar aman dan berkhasiat.

Dia melanjutkan, pertimbangan alokasi vaksin AstraZeneca ke sejumlah provinsi tersebut terkait  percepatan vaksinasi sebagai strategi dari pemerintah daerah.

"Ini yang akan mengakselerasi vaksinasi karena ada strategi dari pemda dan juga adnaya rencana event internasional," terang perempuan yang juga menjabat sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung ini.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved