Minggu, 31 Agustus 2025

Virus Corona

Satu Kasus Varian Corona Eek Atau E484K Ditemukan di DKI Jakarta

Siti Nadia Tarmizi menyebut varian corona Eek atau varian baru kode E484K telah ditemukan di Indonesia.

Editor: Adi Suhendi
Tangkap Layar YouTube Sekretariat Presiden
Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyebut varian corona Eek atau varian baru kode E484K telah ditemukan di Indonesia.
Kasus tersebut terdeteksi di DKI Jakarta.

"Ada satu kasus di DKI Jakarta," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (5/4/2021).

Ia mengatakan, sampel spesimen tersebut dikumpulkan pada Februari oleh lembaga Eijkman yang kemudian dilaporkan ke GISAID, lembaga yang melakukan pemantauan hasil pemeriksaan genome sequencing untuk melacak mutasi corona.

Baca juga: Bulan Ramadhan 2021, Kemenkes : Vaksinasi Covid-19 Tetap Dilaksanakan

"Kita monitor saja karena ini spesimen Februari dan sampai saat ini tidak menemukan varian baru lagi," ungkap perempuan berhijab ini.

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat untuk semakin disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Tak Ada yang Terpapar Covid-19 Jelang 8 Besar, Ketua OC Piala Menpora Hadian Lukita Beri Alasannya

Pernyataan Wiku tersebut terkait dengan temuan varian baru virus Corona dengan kode E484K.

"Varian E484K merupakan hasil mutasi dari varian B117. Mutasi E484K yang terjadi pada protein spike adalah mutasi yang sama seperti ditemukan pada varian Afrika Selatan atau Brazil," kata Wiku dalam Konferensi Pers virtual, Kamis, (1/4/2021).

Baca juga: Airlangga: Kasus Aktif Covid-19 Indonesia Sudah Single Digit

Berdasarkan penelitian kata Wiku virus tersebut cepat menular.

Karenanya penerapan protokol kesehatan mulai dari memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan tidak boleh lengah sedikit pun.

"Berdasarkan hasil penelitian varian ini lebih cepat menular. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap patuhi prokes dalam setiap aktivitas yang dilakukan sebagai upaya cegah terjadinya penularan," kata Wiku.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan