Breaking News:

Penanganan Covid

Seseorang Tak Bisa Divaksin Saat Puasa Jika Kondisinya Lemas dan Tekanan Darah Terlalu Rendah

Fatwa MUI menyebutkan jika vaksin saat ramadan tak batalkan puasa. Namun tidak semua semua orang dapat divaksinasi saat sedang berpuasa.

Tribunnews/Herudin
Vaksinator mempersiapkan vaksin Covid-19 yang akan disuntikkan kepada warga di Kampung Tangguh Jaya (KTJ) Cideng, Jakarta, Sabtu (10/4/2021). Seseorang Tak Bisa Divaksin Saat Puasa Jika Kondisinya Lemas dan Tekanan Darah Terlalu Rendah Tribunnews/Herudin 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tetap digelar Kementerian Kesehatan saat bulan Ramadan.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan hal itu merujuk pada fatwa MUI nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 saat berpuasa.

Fatwa tersebut menyatakan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa dan boleh dilakukan bagi umat Islam yang sedang berpuasa.

Baca juga: Vaksin Sinovac Disebut Efikasinya Rendah, Epidemiolog Masih Penting Kurangi Keparahan Gejala Covid

Baca juga: Program Vaksinasi Jalan Terus Selama Ramadan, Waktunya Bisa Siang dan Malam Hari

"Berdasarkan rekomendasi tersebut, pelaksanaan vaksinasi akan tetap kita lanjutkan selama bulan Ramadan, termasuk untuk kalangan muslim maupun kalangan non muslim," kata Siti Nadia, dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

Namun tidak semua semua orang dapat divaksinasi saat sedang berpuasa.

Lansia mengikuti vaksinasi Covid-19 di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Senin (12/4/2021). Program vaksinasi Covid-19 ini adalah wujud komitmen Lippo Malls Indonesia dalam mendukung Pemerintah merealisasikan target 1 juta vaksin per hari melalui Gerakan Bersama Sukseskan Program Vaksinasi Nasional. Tribunnews/Irwan Rismawan
Lansia mengikuti vaksinasi Covid-19 di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Senin (12/4/2021). Seseorang Tak Bisa Divaksin Saat Puasa Jika Kondisinya Lemas dan Tekanan Darah Terlalu Rendah.Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)

dr.Nadia menuturkan, ada dua kondisi seseorang perlu ditunda atau batal menerima suntikan vaksin.

Pertama kondisi tubuh lemas dan kedua adalah tekanan darah rendah.

"Nanti akan dilakukan skrinning pada sasaran vaksinasi. Kalau dilihat memang misalnya terlalu lemas karena puasa, atau tekanan darah terlalu rendah, maka vaksinasi ini kemungkinan akan ditunda," kata Nadia.

Meski demikian, penerima vaksinasi tidak boleh mendiagnosis diri sendiri tanpa skrining dengan melakukan pemeriksaan ke petugas kesehatan.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2ML) Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, dalam konferensi pers virtual, Jumat (5/2/2021).
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2ML) Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, dalam konferensi pers virtual, Jumat (5/2/2021). (Tangkapan layar via zoom)

"Kami mengharapkan masyarakat jangan menilai kondisinya sendiri. Datanglah ke sentra vaksinasi terlebih dahulu," kata dia.

Masyarakat tidak perlu khawatir divaksinasi saat puasa, sebab kondisi tubuh kita tidak akan terpengaruh terhadap pemberian vaksinasi walaupun sedang dalam keadaan berpuasa.

Yang perlu diperhatikan sebelum mendapatkan vaksinasi adalah istirahat yang cukup dan makan makanan bergizi waktu sahur.

Cukupi kebutuhan cairan tubuh dengan meminum air putih matang dengan jumlah yang cukup.

“Vaksin yang digunakan adalah vaksin yang aman dan bermanfaat serta meningkatkan kekebalan tubuh. Harapan kami pada saat bulan Ramadhan ini masyarakat umat muslim maupun umat non muslim tetap menjalankan protokol kesehatan,” ucap dr. Nadia.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved