Breaking News:

Banyak Diburu Pasca 'Tsunami' Covid-19, Berapa Harga Konsentrator Oksigen Di India ?

Bahkan China sebagai negara yang masih memiliki masalah politik dengan India pun bersedia untuk mengirimkan alat tersebut.

Alibaba.com
Konsentrator oksigen yang dipajang di toko online 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, NEW DELHI - Pemerintah India telah meminta bantuan kiriman konsentrator oksigen dari banyak negara, termasuk Amerika Serikat (AS), Inggris hingga Taiwan.

Bahkan China sebagai negara yang masih memiliki masalah politik dengan India pun bersedia untuk mengirimkan alat tersebut.

Lonjakan kasus positif virus corona (Covid-19) di India memang membuat negara itu babak belur dalam merawat pasien kritis yang meningkat secara signifikan di banyak rumah sakit hingga jalanan luar rumah sakit.

Sistem kesehatan negara di kawasan Asia Selatan itu pun runtuh karena stok alat medis yang kini menipis, termasuk obat-obatan esensial seperti remdesivir dan tempat tidur pasien.

Baca juga: Terapi Oksigen Jadi Pengobatan Baru Pasien Covid-19 di India

Baca juga: Info BMKG, Minggu 2 Mei 2021: Waspada Gelombang Tinggi di Samudera Hindia Selatan Jawa hingga NTT

Lalu terkait konsentrator oksigen yang kini banyak diburu, berapa harganya di India?

Dikutip dari laman The Hindustan Times, Minggu (2/5/2021), konsentrator oksigen umumnya memiliki harga hingga 30.000 rupee atau Rp 5,847 juta (kurs Rp 194/Rupee) ini tergantung pada kapasitasnya.

Baru-baru ini India mengalami lonjakan besar dalam pembuatan dan penjualan konsentrator O2 (oksigen) semacam itu.

Selain merek multi-nasional, beberapa perusahaan rintisan India yang didanai di bawah program Center for Augmenting War with Covid 19 Health Crisis (CAWACH) dari Departemen Sains dan Teknologi India telah mengembangkan konsentrator oksigen yang efisien dan hemat biaya.

Baca juga: Pengirim Paket Sate Misterius Beracun Sianida yang Tewaskan Bocah SD Terungkap, Sudah Diamankan

Namun, terkait pembelian dan penggunaan konsentrator oksigen tentunya harus dilakukan hanya berdasar pada resep dokter.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved