Breaking News:

Virus Corona

Lonjakan Covid-19 di India, Ilmuwan Peringatkan Gelombang Selanjutnya

Seorang penasihat ilmiah terkemuka untuk pemerintah India memperingatkan bahwa negara itu pasti akan menghadapi gelombang pandemi virus corona.

Narinder NANU / AFP
Anggota staf medis yang mengenakan APD membawa jenazah pasien Covid-19 di sebuah rumah sakit di Amritsar, India pada 24 April 2021. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alivio

TRIBUNNEWS.COM, INDIA - Seorang penasihat ilmiah terkemuka untuk pemerintah India memperingatkan bahwa negara itu pasti akan menghadapi gelombang pandemi virus corona selanjutnya, karena hampir 4.000 orang meninggal dalam waktu sehari.

Seperti diketahui, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan dalam laporan mingguan, bahwa kasus Covid-19 di India, hampir setengah virus dari kasus korona yang dilaporkan di seluruh dunia pada minggu lalu dan seperempat dari kematian di dunia.

Banyak orang meninggal di ambulan dan tempat parkir mobil menunggu tempat tidur atau oksigen, sementara kamar mayat dan krematorium berjuang untuk menangani aliran jenazah yang tampaknya tak terhentikan.

Baca juga: Dua Kasus Virus Corona Varian India Ditemukan di Serpong Utara 

Baca juga: 2 Kasus Covid-19 Varian India Ditemukan di Tangsel dan 1 di Tangerang, Pasiennya Ada yang Satu Rumah

Penasihat ilmiah utama pemerintah, K. VijayRaghavan, memperingatkan bahwa bahkan setelah tingkat infeksi mereda, negara harus siap untuk gelombang ketiga.

"Fase 3 tidak bisa dihindari, mengingat tingginya tingkat virus yang beredar," kata Vijay dalam jumpa pers melansir reuters, dikutip Tribunnews, Kamis (6/5/2021).

Tsunami Covid-19 menyebabkan krematorium di India kewalahan karena setiap hari ada ratusan korban virus corona yang harus dikremasi.
Tsunami Covid-19 menyebabkan krematorium di India kewalahan karena setiap hari ada ratusan korban virus corona yang harus dikremasi. (Tangkap Layar Video The Telegraph)

"Tapi tidak jelas pada skala waktu apa fase 3 ini akan terjadi. Kita harus bersiap untuk gelombang baru," tambahnya.

Seperti diketahui, dalam hal ini, Perdana Menteri Narendra Modi telah banyak dikritik karena tidak bertindak cepat untuk menekan gelombang kedua.

"Kami kehabisan udara. Kami sekarat," tulis pemenang Booker Prize Arundhati Roy menulis dalam sebuah opini yang menyerukan agar Modi mundur.

Baca juga: Varian Baru Corona dari Afsel dan India, Wagub DKI Minta Lansia dan Anak-anak Tidak Keluar Rumah 

"Ini adalah krisis yang sedang Anda buat," tambahnya dalam artikel yang diterbitkan, belum lama ini.

"Kamu tidak bisa menyelesaikannya. Kamu hanya bisa memperburuknya. Jadi silakan pergi," pungkasnya.

Sekedar informasi, delegasi India untuk pertemuan Kelompok Tujuh Menteri Luar Negeri di London sedang mengisolasi diri setelah dua anggotanya dinyatakan positif COVID-19,

Hal ini diungkapkan Menteri Luar Negeri Inggris Subrahmanyam Jaishankar, yang berada di London, meski begitu ia mengatakan dalam pesan Twitter bahwa dia akan hadir secara virtual.a

Reuters

Penulis: Mohammad Alivio Mubarak Junior
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved