Breaking News:

Virus Corona

Warga India Berlarian Cari Oksigen, Ternyata Anggaran untuk Sektor Kesehatan di India Hanya 1 Persen

Di India, pengadaan oksigen merupakan tugas yang biasanya bukan menjadi tanggung jawab keluarga pasien.

Sanjay KANOJIA / AFP
Orang-orang menunggu untuk mengisi ulang tabung oksigen medis mereka untuk pasien Covid-19 di stasiun pengisian oksigen di Allahabad India pada 24 April 2021. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, NEW DELHI - Seorang warga India bernama Sanchi Gupta tampak berlarian, ia mencoba mendapatkan tabung oksigen, meskipun hanya silinder kosong.

Ibunya merupakan satu dari 140 pasien virus corona (Covid-19) yang dirawat di Rumah Sakit Saroj, salah satu rumah sakit dengan fasilitas terbaik di ibu kota India, New Delhi.

Dalam perawatan intensifnya ini, sang ibu telah menggunakan alat bantu pernafasan atau ventilator.

Baca juga: Berpotensi Terpapar Covid-19, Menlu India Putuskan Ikuti G7 Secara Virtual

Baca juga: Pasien Covid Tembus 20 juta, Oposisi India Serukan Lockdown Total

Namun kemudian, rumah sakit itu menyampaikan kepada Gupta dan keluarga lainnya bahwa persediaan oksigen di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) tersebut telah habis.

Sehingga mereka harus mencari tabung oksigen untuk dibawa ke rumah sakit itu agar nyawa orang yang mereka cintai ini tidak terancam.

Seorang wanita Irak membersihkan puing-puing di samping botol oksigen yang dievakuasi di luar rumah di Rumah Sakit Ibn Al-Khatib di Baghdad, pada 25 April 2021, setelah kebakaran meletus di fasilitas medis yang disediakan untuk kasus virus korona paling parah. Setidaknya 23 orang tewas ketika kebakaran terjadi di unit perawatan intensif virus corona di ibu kota Irak, negara dengan infrastruktur kesehatan yang sudah lama bobrok menghadapi peningkatan kasus COVID-19.
Seorang wanita Irak membersihkan puing-puing di samping botol oksigen yang dievakuasi di luar rumah di Rumah Sakit Ibn Al-Khatib di Baghdad, pada 25 April 2021, setelah kebakaran meletus di fasilitas medis yang disediakan untuk kasus virus korona paling parah. Setidaknya 23 orang tewas ketika kebakaran terjadi di unit perawatan intensif virus corona di ibu kota Irak, negara dengan infrastruktur kesehatan yang sudah lama bobrok menghadapi peningkatan kasus COVID-19. (AHMAD AL-RUBAYE / AFP)

"Kami tidak mendapatkan silinder penuh, jadi kami mencoba mencari silinder yang kosong, karena kami masih bisa mengisinya. Kami berhubungan dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dengan harapan mereka memiliki tangki yang dapat mengisi silinder, kami putus asa," kata Gupta menjelaskan kepada media lokal di luar rumah sakit tersebut.

Ia pun menanyakan hal ini pula kepada setiap orang asing yang ia temui di trotoar luar rumah sakit.

"Apa yang terjadi dengan pemerintah? Mengapa kita tidak punya oksigen? Mengapa? Mengapa ini terjadi?," jelas Gupta sambil menangis.

Perlu diketahui, di India, pengadaan oksigen merupakan tugas yang biasanya bukan menjadi tanggung jawab keluarga pasien.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved