Breaking News:

Virus Corona

Pangdam Jaya Sebut Jumlah Okupansi Tempat Tidur di RSD Covid-19 Wisma Atlet Sebanyak 20 Persen

Bad Occupancy Ratio (BOR) atau jumlah tempat tidur yang terpakai di RSDC Wisma Atlet saat ini di bawah 25 persen.

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Ilustrasi: Petugas kesehatan menggunakan alat pelindung diri saat memberikan berkas pasien Covid-19 saat tiba di pos pemeriksaan IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020). 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengatakan Bad Occupancy Ratio (BOR) atau jumlah tempat tidur yang terpakai di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet saat ini di bawah 25 persen.

Sebagai Pangkogasgabpad, Dudung mengaku bertanggung jawab dengan kondisi di RSDC Wisma Atlet yang khusus menangani kasus Covid-19.

"Saat ini saya informasikan kondisinya yang ada di Wisma Atlet tower 4, 5, 6 itu hanya 20,20 persen," ujar dia di Markas Polda Metro Jaya, Selasa (11/5/2021).

Dia menambahkan, jumlah keterisian RSDC Wisma Atlet merupakan bagian dari antisipasi bila pemudik yang kembali ke Jakarta positif Covid-19.

"Untuk antisipasi itu kami sudah antisipasi baik Wisma Atlet Kemayoran maupun Pademangan, sehingga kalau terjadi lonjakan laporan dari puskesmas kami sudah mengantisipasi," ucapnya.

Baca juga: Jubir Kemenhub: Kalau Terlanjur Sampai di Kampung Halaman, Coba Tes Covid-19 deh

Dia menambahkan, Babinsa dan Babinkamtibmas pada periode arus balik mudik diminta melakukan swab test antigen kepada para pemudik yang kembali.

"Berbagai kegiatan tracing juga akan kita lakukan kepada para pendatang yang manti akan kita cek. Jangan sampai nanti justru yang positif mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang nantinya terjadi klaster," katanya.

Baca juga: Update 11 Mei: Penambahan 5.021 kasus Covid-19, Total 1,7 Juta Orang

Untuk itu, dirinya berharap kegiatan tersebut dapat dukungan dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat agar bisa maksimal dalam menangani kasus corona.

"Ke depan TNI-Polri seawal mungkin sudah merencanakan bagaimana kalau mereka datang, kemudian masuk tempat tinggal, dan bagaimana kalau dia terpapar, fasilitasnya sudah kita antisipasi ke depan. Nanti kita akan meminta dukungan pemda dan pemerintah pusat, khususnya sarana dan prasarana pendukung karena apa yang kita punya terbatas dan perlu dukungan pemda dan pemerintah pusat," kata Dudung.

Penulis: Reza Deni
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved