Breaking News:

Penanganan Covid

Sehari Jelang Pemberlakuan PPKM Darurat, Kasus Covid-19 Kembali Pecahkan Rekor

Kasus harian Covid-19 kembali tembus rekor tertinggi pada Jumat (2/7/2021) hari ini atau sehari menjelang pemberlakuan PPMK Darurat.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews/Irwan Rismawan
Sejumlah pekerja media dan warga disuntik vaksin Covid-19 saat vaksinasi Covid-19 untuk 10.000 pekerja media di Sentra Vaksinasi Kompas Gramedia, Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (1/7/2021). Dalam kunjungannya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan Kompas Gramedia. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Sementara itu pada hari yang sama, jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 153.608 dengan jumlah suspek 135.403.

Baca juga: Daerah Zona Merah dan Oranye di Luar Wilayah PPKM Darurat Juga Dilarang Salat Idul Adha Berjamaah

Kekhawatiran Jokowi

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat untuk waspada terhadap lonjakan kasus Covid-19. Saat ini kasus Covid-19 melonjak secara eksponensial.

"Kita harus hati-hati, kita harus tetap waspada, kita tidak boleh lengah," kata Jokowi dalam pembukaan Munas Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Kendari,  Sulawesi Tenggara,  Rabu  (30/6/2021).

Kasus aktif Covid-19 di Indonesia sekarang ini mencapai lebih dari 200 ribu kasus. Jumlah tersebut melonjak setelah sebelumnya berada diangka 87 ribu pada 18 Mei 2021.

Lonjakan tersebut kata Presiden akibat dari libur panjang dan juga munculnya varian Delta.

"Sudah turun dalam 4 bulan. Pelan pelan pelan turun sampai 87.000. Tetapi begitu ada liburan, liburan Lebaran kemarin plus varian baru, hari ini kita naik, melompat dua kali lipat lebih menjadi 228.000," katanya.

Lonjakan kasus Covid-19 terjadi tidak hanya di Indonesia, melainkan sejumlah negara.

Salah satunya India, yang penyebaran Covid-19 sempat terkendali namun tiba tiba meningkat signifikan.

"India pernah di 2020 berada diangka 50 ribu kasus aktif perhari kemudian turun 9 ribu perhari dan di akhir awal Februari naik eksponensial dari 9 ribu menjadi 370 ribu perhari lompatan yang sangat eksponensial sekali," katanya.

Begitu juga dengan Inggris dan Australia. Bahkan pemerintah Australia, kata Jokowi, harus melakukan lockdown untuk menekan laju penyebaran Covid-19. 

"Sebab itu kita mengajak seluruh pihak untuk hati-hati, jangan lengah, semuanya harus waspada," pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved