Kamis, 21 Mei 2026

Virus Corona

Pesanan Meningkat, Perajin Peti Jenazah Mengaku Kerap Kerja Hingga Larut Malam

Aris mengatakan untuk persediaan bahan baku pembuatan peti jenazah di tempatnya bekerja masih dalam kondisi aman.

Tayang:
Editor: Johnson Simanjuntak
Rizki Sandi Saputra
Pengrajin peti jenazah di bawah naungan CV. Sahabat Duka yang banjir orderan di sudut TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Rabu (7/7/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pesanan tak kunjung henti bahkan selalu meningkat tiap harinya membuat para pekerja alias perajin peti jenazah di bawah naungan CV. Sahabat Duka harus bekerja extra time.

Aris yang merupakan karyawan CV. Sahabat Duka bercerita bahkan dirinya bersama rekan-rekan harus ikhlas bekerja hingga larut malam.

Hal itu kata dia demi kebutuhan peti jenazah untuk Rumah Sakit dan keluarga duka yang memesan dapat terpenuhi tepat waktu.

"Ini kerjaan kalau lagi begini (banjir orderan) bisa sampe larut malam kita (kerja), sampe jam 12 malam," kata Aris serata mengecat peti jenazah yang sudah selesai diamplas, Rabu (7/7/2021).

Padahal kata Aris, perusahaan tempat dirinya mencari peruntungan ini sudah harus buka kembali untuk melakukan pekerjaan pada pukul 08.00 pagi.

Jadi kata dia, waktu untuk tidurnya belakangan ini sangat singkat, karena di pagi harinya harus kembali merakit papan triplek menjadi peti jenazah sesuai pesanan.

Bahkan pria berusia 42 tahun itu tidak segan untuk menonaktifkan gawai nya kala kondisi badan sudah letih dan kantuk menyerang.

"Jadi biasanya saya matiin aja itu HP, biarin ada yang mau pesen juga, paling ngehubungin (pekerja) yang lain," ucapnya sambil terus mengerjakan yang menjadi tanggungjawabnya.

Baca juga: Cerita Pengrajin Peti Jenazah yang Banjir Orderan di Masa Pandemi, Senang Campur Sedih

Kendati begitu, Aris mengatakan untuk persediaan bahan baku pembuatan peti jenazah di tempatnya bekerja masih dalam kondisi aman.

Bahkan kata dia, bahan baku datang setiap dua hari sekali, terlebih saat ini pesanan terus berdatangan.

"Kalau bahan baku sih ada, si bos juga terus mesen, dua hari sekali dateng," tukasnya.

*Senang Bercampur Sedih*

Kondisi seperti ini kata Aris turut menciptakan dilema.

Dirinya menyikapi hal seperti ini dengan beragam perasaan.

Senang karena memiliki penghasilan lebih dari bos jika mampu mencapai target, tapi sedih karena semakin banyak pesanan maka semakin banyak juga masyarakat yang meninggal dunia akibat wabah ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved