Jumat, 29 Agustus 2025

Virus Corona

Luhut: Tolong, Kita Kompaklah Nanti Selesai Pandemi Anda Mau 'Anu' Lagi Silakan

Luhut Binsar Pandjaitan mengajak semua pihak untuk bersama-sama menangani pandemi Covid-19.

maritim.go.id
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga Koordinator PPKM Darurat Luhut Binsar Pandjaitan meminta semua pihak kompak tangani Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga Koordinator PPKM Darurat Luhut Binsar Pandjaitan mengajak semua pihak untuk bersama-sama menangani pandemi Covid-19.

Menurut Luhut, saat ini yang perlu diselesaikan terlebih dahulu adalah urusan pandemi.

Hal itu disampaikan Luhut saat konferensi pers media Update Kondisi PPKM Darurat yang disiarkan kanal YouTube Kemenko bidang Maritim dan Investasi RI, Kamis (15/7/2021).

"Saya harap, dari teman-teman semua, maaf, pengamat-pengamat, politisi-politisi, tolong semua, please. Kalau kali ini, kita kompaklah. Nanti selesai ini, Anda mau anu lagi, silakan," kata Luhut.

Luhut mengatakan, prioritas saat ini ialah menyelamatkan orang banyak.

Karena, kata Luhut, tak mungkin pemerintah sendiri yang bisa menyelesaikan masalah pandemi.

Baca juga: Genjot Vaksinasi Covid-19, Kapolri Targetkan Capai Herd Immunity Pada Akhir 2021

"Tapi kalau ini, saya titip betul. Kita ini ingin menyelamatkan nyawa banyak orang," ujarnya.

Luhut juga mengajak semua pihak untuk kompak dan tidak mempolitisasi pandemi Covid-19.

"Jangan ada dipolitisasi ini. Please saya titip, ini masalah kemanusiaan. Kalau Anda punya hati jangan dipolitisasi," kata Luhut

"Makin Anda bawa macam-macam itu, bisa membawa nyawa orang pergi. Dan disekeliling kita sudah banyak yang pergi, yang kita kenal," ujarnya.

Posisi Kedua

Indonesia berada di posisi kedua dengan tambahan kasus baru positif Covid-19 tertinggi di dunia, Rabu (14/7/2021).

Meskipun secara angka, jumlah kasus baru di Indonesia mencatat rekor baru tertinggi dalam sejarahnya sejak pertama kali ditemukan Maret 2020 lalu.

Melansir data dari laman Worldometers, Kamis (15/7/2021) pukul 10.03 WIB,  tercatat tambahan kasus baru di Indonesia sebanyak 54.517 orang.

Halaman
12
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan