Breaking News:

Virus Corona

Pejabat di Rusia Usul Hukuman Penjara Bagi Mereka yang Tolak dan Hasut Warga Untuk Tidak Vaksinasi

Seorang pejabat lokal di Rusia telah mengusulkan pemerintah negara itu menjatuhkan hukuman bagi mereka yang menghasut warga agar menolak vaksin covid.

Foto: Sputnik/Ilya Pitalev
Pejabat di Rusia Usul Hukuman Penjara Bagi Mereka yang Tolak dan Hasut Warga Untuk Tidak Vaksinasi 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, MOSKWA - Seorang pejabat lokal di Rusia telah mengusulkan pemerintah negara itu menjatuhkan hukuman bagi mereka yang berusaha mempengaruhi warga untuk menolak ambil bagian dalam kampanye vaksinasi virus corona (Covid-19).

Perlu diketahui, saat ini Rusia memang tengah melakukan kampanye vaksinasi bagi warganya.

Namun langkah ini terhambat, karena adanya sentimen anti-vaksinasi yang meluas di negara itu.

Baca juga: Cara Daftar Vaksin Covid-19 Secara Online, Akses vaksin.loket.com

Baca juga: Warga Jepang Balik ke Negaranya Karena Tak Bisa Vaksinasi di Indonesia

Dikutip dari laman Russia Today, Kamis (22/7/2021), dalam suratnya, Wakil Ketua Pertama Kamar Sipil Wilayah Leningrad, Vladimir Petrov meminta Menteri Kehakiman Federal Konstantin Chuychenko untuk memperkenalkan pertanggungjawaban pidana bagi yang menyebarkan 'propaganda anti-vaxx'.

Ia mencatat bahwa beberapa orang telah mempromosikan informasi palsu tentang potensi bahaya vaksin.

Ilustrasi vaksinasi
Ilustrasi vaksinasi (Freepik)

"Saya meminta anda untuk menilai gagasan amandemen KUHP untuk memasukkan tanggung jawab hukum bagi mereka yang meminta orang lain menolak vaksinasi dengan alasan non-medis," tulis Petrov.

Sementara hukuman tambahan bisa diberikan kepada profesional medis yang menyebarkan informasi palsu dan informasi berbahaya tentang vaksinasi.

Pejabat Leningrad itu juga meminta Kementerian Kehakiman Federal untuk membuat Undang-undang (UU) yang 'menargetkan' mereka yang membeli sertifikat vaksinasi palsu.

Menurut Petrov, langkah-langkah ini akan mendorong mereka untuk memiliki sikap yang lebih bertanggung jawab terhadap kampanye vaksinasi ini.

Sebelumnya pada hari Senin lalu, seorang penduduk wilayah Kurgan Rusia didenda 30.000 rubel atau setara 400 dolar Amerika Serikat (AS) setelah memposting informasi palsu di internet tentang konsekuensi vaksinasi terhadap Covid-19.

Awal tahun ini, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menandatangani UU untuk memperketat hukuman bagi mereka yang menyebarkan informasi palsu yang mengarah pada konsekuensi serius.

Bergantung pada tingkat keparahannya, mereka yang dinyatakan bersalah akan didenda hingga dua juta rubel atau setara 27.000 dolar AS dan kemungkinan akan menghadapi hukuman penjara hingga lima tahun.

Selama beberapa bulan terakhir, negara itu memang tengah berupaya mendorong vaksinasi bagi warganya.

Berbicara selama acara kunjungan tahunan Direct Line, Putin mengatakan kepada publik Rusia bahwa vvaksinasi adalah satu-satunya cara untuk mencegah penyebaran epidemi lebih lanjut.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved