Breaking News:

Virus Corona

Kejar Standar Tracing WHO, Babinsa Akan Wawancara Masyarakat yang Terindikasi Kontak Erat Covid-19

Masyarakat akan diwawancarai dan diberi penyuluhan terkait momentum pelaksanaan Covid-19 baik antigen maupun PCR dan juga karantina.

Kanal Youtube BNPB Indonesia/ tribunnews.com/ gita irawan
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan saat ini TNI, Polri, Kementerian Kesehatan, dan BNPB adalah melaksanakan tracing kontak erat untuk menurunkan kasus positif Covid-19.

Ia mengatakan, tracing kontak erat yang saat ini dilaksanakan di lapangan oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas, Dinas Kesehatan, puskesmas, dan bidan desa melaksanakan tracing secara manual.

Tracing manual, lanjut dia, dilakukan dengan cara mendatangi masyarakat yang disinyalir melakukan kontak erat terhadap kasus konfirmatif tersebut. Masyarakat akan diwawancarai dan diberi penyuluhan terkait momentum pelaksanaan Covid-19 baik antigen maupun PCR dan juga karantina.

Baca juga: 94 Persen Pasien Covid-19 yang Meninggal karena Belum Divaksin

"TNI, Polri, BNPB, dan Kemenkes berusaha untuk memenuhi standar yang dikeluarkan oleh WHO tersebut yaitu dengan cara memperbanyak tracer-tracer dari dinas kesehatan dan TNI-Polri, dan Dinas Kesehatan termasuk dari BNPB," kata Hadi, saat konferensi pers bertajuk Optimalisasi Program 3T dalam PPKM Level IV yang disiarkan di kanal Youtube BNPB Indonesia pada Senin (26/7/2021).

Panglima menjelaskan persiapan yang dilakukan TNI untuk melaksanakan pelacakan kontak erat Covid-19 (tracing) serta mekanisme pelaporannya.

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 di DKI Turun Separuhnya, dari 113 Ribu ke 64 Ribu

Menurutnya, TNI sudah memberikan pelatihan melalui aplikasi Zoom kepada seluruh tracer TNI. Selain itu, TNI juga sudah memberikan simulasi kepada para Babinsa tentang bagaimana caranya menerima notifikasi dari Dinas Kesehatan terkait dengan kasus terkonfirmasi Covid-19.

"Kemudian TNI turun ke lapangan, khususnya Babinsa, untuk melaksanakan wawancara kepada masyarakat dan melaporkan kepada Puskesmas," kata Hadi.

Dikatakannya, Babinsa yang melaksanakan tracer akan menginformasikan kepada masyarakat yang terpapar Covid-19 agar mau melaksanakan isolasi, baik isolasi mandiri, isolasi dengan menggunakan shelter yang ada di pedesaan, maupun isolasi terpusat.

Setelah itu, kata Hadi, nantinya para Babinsa akan melaporkan kepada Puskesmas hasil dari tracing dan sosialisasi yang dilakukannya kepada masyarakat.

Baca juga: Kisah Keluarga Dermawan di Sumsel Beri Bantuan Rp 2 Triliun Untuk Penanganan Covid-19

Selanjutnya, katanya, pihak puskesmas akan melaporkan hasil tersebut kepada dinas kesehatan baik di tingkat kota, kabupaten, maupun provinsi.

Halaman
123
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved