Breaking News:

Virus Corona

Satgas Covid-19 Tanggapi Hoaks Isu Vaksin Sebabkan Kematian 4 Tahun Mendatang

Prof. Wiku Adisasmito, Koordinator Tim Pakar STPC-19 angkat suara menanggapi laporan tersebut.

freepik.com
Ilustrasi vaksin 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kepala Desa Babakan Asem, Kabupaten Tangerang, Banten, Surta Wijaya melaporkan masih adanya masyarakat yang tidak mau divaksin karena percaya hoaks.

Surta mengatakan masyarakatnya ada yang ketakutan divaksin karena isu bahwa mereka yang divaksin akan meninggal dalam 4 tahun ke depan.

Sehingga ada salah satu perangkat di desanya yang lebih memilih untuk mengundurkan diri dibandingkan harus divaksin.

Prof. Wiku Adisasmito, Koordinator Tim Pakar STPC-19 angkat suara menanggapi laporan tersebut.

Baca juga: Berani Sebar Hoax soal Covid-19, Siap-siap Ditindak Tegas Polri

Ia meminta agar kepala desa, dalam menanggapi masyarakat yang percaya dengan isu yang tidak benar perlu melakukan pendekatan yang lebih persuasif.

“Dalam menghadapi masyarakat jangan terlalu keras. Artinya begini, masyarakat kalau mempunyai pemahaman begitu karena mereka belum paham secara lengkap tentang vaksin,” kata Wiku saat memberikan penyuluhan kepada para Kepala Desa, Selasa (27/7/2021).

Oleh karena itu, menurutnya salah satu tugas dari kepala desa memberikan pengertian terkait vaksin.

Jika sosialisasi berhasil, ia menjamin banyak masyarakat yang mau divaksin, karena pada prinsipnya vaksin untuk melindungi masyarakat dari penularan Covid-19.

“Pendekatan persuasif itu perlu. Dan bapak tidak sendirian, karena mungkin di situ ada tenaga kesehatan, babinsa, dan babinkamtibmas,” ujar Prof Wiku.

Baca juga: Menkominfo Minta Facebook cs Cegah Infodemi dan Konten Hoax Soal Covid-19

“Semakin masyarakat paham soal vaksin, mereka akan berbondong-bondong. Tapi pastikan vaksinnya juga ada,” lanjutnya.

Prof Wiku menegaskan vaksin hanya merupakan salah satu tameng.

Tameng yang paling utama adalah disiplin protokol kesehatan dengan menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).

“Kalau tidak menjalan 3M malah bisa tertular,” ujarnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved