Breaking News:

Positivity Rate di DIY Masih 41 Persen, Wapres Minta Satgas Covid-19 Gencarkan 3T

Wakil Presiden Maruf Amin menekankan pentingnya 3T yaitu Testing, Tracing, Treatment dalam menanggulangi Covid-19

Istimewa
Salah satu penerima vaksin dari kalangan disabilitas di Grab Vaccine Center Yogyakarta 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin menekankan pentingnya 3T (Testing, Tracing, Treatment) dalam menanggulangi Covid-19.

Hal itu dikatakannya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) kepada Seluruh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui konferensi video, Rabu (28/7/2021).

Berdasarkan data yang diterima oleh Wapres, positivity rate di Provinsi DIY masih terbilang cukup tinggi yaitu sebesar 41 persen.

Ini ssesuai dengan aturan yang tercantum dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali di mana disebutkan bila positivity rate suatu daerah di atas 25 persen, maka jumlah tes perlu ditingkatkan menjadi 15.000 tes per satu juta penduduk.

“Saya minta agar tes ini sebanyak mungkin diupayakan berasal dari pelacakan kontak erat,” kata Wapres Ma'ruf.

Baca juga: Pengelolaan Limbah Medis Covid, Rp 1,3 Triliun akan Digelontorkan

Dia juga berpesan agar seluruh jajaran Pemerintahan di Provinsi DIY dapat terus berupaya sebaik mungkin dalam penanganan pandemi Covid-19 di daerahnya agar terkendali dan jumlah kasusnya melandai.

“Seperti saya katakan tadi bahwa selama ini kita masih fluktiatif, masih belum stabil melandai. Oleh karena itu kita harus [berupaya] lebih keras lagi supaya terus bisa melandai," katanya.

Baca juga: Wisma Kopo Prioritas Tempat Isoman Anggota DPR RI yang Terpapar Covid-19

"Sehingga nanti bisa dilakukan pelonggaran supaya lebih cepat sehingga kehidupan kita bisa normal lagi. Ini memang memerlukan upaya keras,” pungkas Wapres.

Di kesempatan yang sama, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono memaparkan agar treatment dapat dilakukan, maka perlu penguatan pada tracing dan testing.

Baca juga: Menko PMK Nilai Ketua RT RW Berperan Penting Tangani Pandemi Covid-19

“Untuk mencapai kontak erat dan prioritas bahwa positivity ratenya masih tinggi, maka mau tidak mau kita haus menurunkan sampai 5 persen. Untuk itu, aspek prioritas penemuan kasus baru dari suspek penemuan kontak erat yang ada harus mencapai kira-kira 15 kasus kontak erat per-satu kasus konfirmasi," kata Dante.

"Target tracingnya 15 kontak erat per-kasus konfirmasi. Ini harus dicapai, bukan pemeriksaaan rutin tapi pemeriksaan yang dicari oleh tracer di masing-masing kota dan masing-masing wilayah,” tandasnya.

Penulis: Reza Deni
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved