Breaking News:

Virus Corona

PPKM Diperpanjang, Sekjen PHRI: Situasinya Berada di Titik Kritis

Maulana Yusran mengatakan situasi pengusaha di bidang perhotelan dan restoran berada di titik kritis.

Tribunnews/Lusius Genik
Sekjen PHRI Maulana Yusran. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan situasi pengusaha di bidang perhotelan dan restoran berada di titik kritis.

Maulana merespon Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 yang telah diumumkan pemerintah.

"Perpanjangan PPKM ini, situasinya akan semakin sulit. Karena situasi PPKM ini kan' beban pelaku usaha tetap berjalan. Situasinya sulit," ujar Maulana kepada Tribunnews.com, Senin (2/8).

Menurut Maulana, saat ini beban para pengusaha perhotelan dan restoran lebih besar dibandingkan pendapatan yang masuk.

Maulana mengatakan banyak hotel dan restoran sulit bertahan karena minimnya ruang gerak selama PPKM.

Baca juga: Pemerintah Bentuk Task Force untuk Jemput Pasien Isoman Sikapi Tingginya Angka Kematian Covid-19

Padahal, sektor perhotelan dan restoran membutuhkan pergerakan dari masyarakat seperti wisatawan.

Kebijakan PPKM, kata Maulana, seharusnya dibarengi dengan keringanan-keringanan dari pemerintah kepada para pengusaha.

"Misal terkait masalah pajak daerah hingga bunga bank. Kemudian, terkait masalah PLN. Itu yang jadi masalah," ujarnya.

Dengan adanya kebijakan PPKM, kata dia, praktis akan membatasi pergerakan orang.

Sehingga, berdampak ke berbagai aspek.

Baca juga: Luhut: PPKM Jawa-Bali Berhasil Turunkan Jumlah Kasus Baru

Halaman
12
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved