Breaking News:

Virus Corona

12.459 Orang Tidak Lolos Skrining PeduliLindungi

selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terdapat 5,9 juta orang yang melakukan skrining melalui aplikasi Pedulilindungi.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Sanusi
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Pengunjung melakukan scan QR Code dengan aplikasi PeduliLindungi untuk dapat izin masuk mal di Bandung Electronic Center (BEC), Jalan Purnawarman, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/8/2021). Sebanyak 23 mal di Kota Bandung diizinkan kembali beroperasi dalam rangka uji coba selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Jawa-Bali hingga 16 Agustus 2021. Pusat perbelanjaan tersebut diizinkan buka dengan kapasitas pengunjung 25 persen, semua pegawai dan pengunjung sudah harus tervaksin Covid-19, anak usia di bawah 12 tahun dan dewasa di atas 70 tahun dilarang masuk, serta menerapkan protokol kesehatan ketat. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terdapat 5,9 juta orang yang melakukan skrining melalui aplikasi Pedulilindungi.

Dari jumlah tersebut beberapa diantaranya tidak diperkenankan untuk melakukan aktivitas.

Baca juga: Menkes Siapkan Tiga Strategi Hidup Berdampingan dengan Pandemi Covid-19, Apa Saja?

"Secara keseluruhan total masyarakat yang melakukan skrining (melalui) aplikasi PeduliLindungi mencapai 5,9 juta orang dimana 12.459 orang di antaranya tidak diperkenankan masuk/melakukan aktivitas oleh sistem," kata Luhut dalam Konferensi pers virtual yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Senin (23/8/2021).

Ia mengatakan sistem Pedulilindungi yang dirancang pemerintah sangat penting digunakan untuk menekan laju penambahan kasus Covid-19, seiring dengan peningkatan mobilitas masyarakat sebagai ekses dari pelonggaran yang dilakukan pemerintah.

Baca juga: Menko Airlangga: 7 Provinsi di Luar Jawa-Bali Masih Menerapkan PPKM Level 4

"Dan ini satu sistem yang ditemukan oleh teman-teman di tim yang merupakan salah satu palang pintu kita juga untuk cegah penularan covid 19 ini. Lebih cepat ke depan," katanya.

Menurut Purnawirawan Jenderal TNI tersebut, pelonggaran atau penyesuaian aktivitas yang dilakukan pemerintah tidak bisa dipungkiri telah menyebabkan kenaikan mobilitas masyarakat.

Peningkatan mobilitas tersebut, terdeteksi dari indeks komposit dari mobilitas google yang mengalami peningkatan cukup signifikan.

Baca juga: PPKM Diperpanjang, Penumpang KRL Masih Wajib Membawa STRP

Di satu sisi, kata Luhut. peningkatan mobilitas tersebut merupakan hal positif sebab pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat berjalan dengan cepat.

Namun di sisi lain peningkatan mobilitas masyarakat berpotensi meningkatkan penyebaran kasus.

"Jadi kita harus sangat berhati-hati menerapkan uji coba prokes dan penggunaan aplikasi Pedulilindungi sebagai skrining untuk mengurangi penularan. Covid 19 di tempat publik dan keramaian seperti mal, pusat perbelanjaan, venue olahraga outdoor dan pabrik-pabrik industri," pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved