Virus Corona
Salip Jabar, Provinsi Jateng Kini Terdapat Kasus Covid-19 Aktif Terbanyak
Bahkan banyak yang sudah mengalihkan tempat perawatan Covid-19 kembali menjadi perawatan umum.
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Provinsi Jawa Tengah kini menjadi provinsi dengan kasus Covid-19 terbanyak di Indonesia.
Provinsi ini menyalip Jawa Barat yang angka kesembuhannya terus meningkat.
Per 29 Agustus 2020, dengan jumlah pasien Covid-19 yang masih dirawat atau menjalani isolasi sebanyak 24.802 orang, Jabar kini di posisi kedua setelah Jawa Tengah dengan 25.959 kasus aktif, kemudian Sumut di posisi ketiga dengan 22.179 kasus aktif.
Beberapa pekan lalu, Jabar selalu di urutan pertama kasus aktif terbanyak.
Contohnya pada 6 Agustus tercatat 107.907 kasus aktif Covid-19.
Baca juga: Anies Baswedan Ungkap Strategi dan Penurunan Kasus Covid-19 di Depan Kepala Daerah Dunia
Namun, angka kesembuhan pun terus meningkat, sampai totalnya selama pandemi 651.098 orang sembuh dari Covid-19 di Jabar.
Akhirnya, angka keterisian tempat tidur perawatan pasien Covid-19 di 341 rumah sakit di Jabar pun terus menurun hingga 17,29 persen, atau terisi 2.724 dari total kapasitas 15.756 tempat tidur.
Padahal Juli lalu, keterisian tempat tidur perawatan mencapai di atas 90 persen.
Baca juga: Penelitian Kecil Israel: Obat Kolesterol Dapat Bantu Melawan Covid-19 yang Parah
Berdasarkan data dari Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar atau Pikobar, jumlah rumah sakit rujukan Covid-19 yang terisi lebih dari 50 persen di Jabar tinggal 25 rumah sakit, lebih dari 300 rumah sakit keterisiannya di bawah 50 persen.
Bahkan banyak yang sudah mengalihkan tempat perawatan Covid-19 kembali menjadi perawatan umum.
Walaupun kasus aktif di Jabar sempat tinggi dan angka total kasus Covid-19 Jabar kedua terbanyak setelah DKI Jakarta, angka kematian akibat Covid-19 cenderung lebih rendah sehingga persentase kematiannya pun cenderung lebih kecil.
Di posisi pertama, Jateng memiliki angka kematian terbanyak, yakni 28.240 kasus, kemudian Jatim 27.907 kasus, Jabar memiliki 13.391 kasus kematian, tidak jauh dengan Jakarta yang punya kasus Covid-19 terbanyak di Indonesia, yakni 13.275 kasus kematian.
Baca juga: Orang dengan Komorbid Disarankan Tetap Minum Obat Rutin saat Terpapar Covid-19
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah intens melakukan rekonsiliasi data dengan Satgas Penanganan Covid-19 di Jabar.
Hal itu dilakukan untuk membersihkan data kasus lama, baik terkonfirmasi, sembuh, maupun meninggal dunia, yang belum terlaporkan dan terverifikasi.
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, mengatakan, penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 yang mencapai 5.000-an kasus pada Selasa (24/8/2021), 4.000 kasus di antaranya merupakan kasus lama.
Hal ini menyebabkan walaupun Jabar memiliki penambahan kasus tertinggi di Indonesia beberapa hari ini, sebagian besar adalah kasus lama yang telat terlaporkan.
"Tiga hari terakhir, ada sinkronisasi data dari Depok, misalnya. Kemungkinan hari ini terakhir, dua hari terakhir naik 5 ribuan, hari ini juga. Tapi dalam waktu bersamaan update kesembuhan dari Depok tinggi, rata-rata 10 ribuan. Sehingga total walaupun ada laporan kasus harian naik, malah kasus aktifnya turun sampai tadi minus 15 ribu," katanya melalui konferensi pers virtual, Jumat (27/8).
Ia mencontohkan seperti Cianjur yang dinaikkan statusnya menjadi risiko tinggi, namun setelah dikonfirmasi, tidak ada lonjakan signifikan.
Yang ada adalah verifikasi data yang masih terus dilakukan. Karenanya, keterlambatan data ini menjadi penghambat penetapan level PPKM.
"Kami mengusulkan, kalau kasus yang diverifikasinya kasus lama, jangan dijadikan sebagai dasar menghitung level kewaspadaan di hari ini. Karena kayak 5 ribu kemarin itu 4 ribunya data lama. Kalau lima ribunya dijadikan dasar utuk menghitung level kewaspadaan hari ini kan engga fair. Nah itu yang terjadi di Cianjur juga," katanya.
Ia juga mendapati persentase kasus aktif tinggi di Kabupaten Tasikmalaya, Subang, dan Indramayu.
Minggu ini pihaknya akan koordinasi mengenai data ini dan dicurigai kasusnya sama seperti Depok, yakni ada kasus yang belum terupdate di pusat.
Ridwan Kamil menuturkan Pemda Provinsi Jabar bersama Pemda Kabupaten/Kota di Jabar mulai memverifikasi kasus lama untuk dilaporkan secara bertahap.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar Setiaji mengatakan pihaknya melakukan rekonsiliasi dengan menyasar kota-kota besar.
Salah satunya adalah Kota Depok.
Hasil dari rekonsiliasi tersebut ditemukan beberapa kasus terkonfirmasi, sembuh, dan meninggal dunia, yang belum di-input dalam New All Records (NAR) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
"Setelah data kasus lama diverifikasi, kita sepakat meng-update data secara bertahap selama tiga hari, pada 24-26 Agustus 2021, sehingga terjadi ledakan yang seperti itu. Ini sebenarnya lebih kepada untuk membersihkan data. Sehingga data sesuai dengan apa yang ada di lapangan," kata Setiaji.
Wali Kota Depok Mohammad Idris melaporkan, data hasil rekonsiliasi antara NAR Kemenkes dan Pusat Informasi Covid-19 Kota Depok (Picodep) per 26 Agustus 2021 yakni 103.230 kasus terkonfirmasi Covid-19, 97.809 kasus sembuh, dan 2.011 kasus meninggal dunia.
"Dengan demikian kasus konfirmasi aktif di Kota Depok per tanggal 26 Agustus 2021 sebanyak 3.410 kasus (3,3 persen)," kata Idris dalam siaran pers Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok.
Idris pun mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan dan Pemda Provinsi Jabar yang telah bersama-sama dengan Pemerintah Kota Depok menyelesaikan rekonsiliasi data Covid-19, dan sekaligus sebagai respons dari permohonan rekonsiliasi data yang disampaikan oleh Kota Depok.
"Kami menyadari bahwa data adalah vital sebagai basis dalam perumusan kebijakan. Segala kekurangan dalam sistem dan mekanisme pelaporan baik di daerah maupun di pusat yang berlaku saat ini, semoga dapat diperbaiki bersama-sama, agar seluruh data kasus Covid-19 dari beragam sumber baik auto verif maupun nonauto verif yang sudah diklarifikasi dapat diinput seluruhnya di aplikasi NAR," katanya. (Muhamad Syarif Abdussalam )
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul KABAR BAGUS, Jabar Bukan Lagi Provinsi dengan Kasus Aktif Covid-9 Terbanyak di Indonesia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/tribun-jabar-bersama-kodam-iii-siliwangi-gelar-vaksinasi-covid-1_20210828_183302.jpg)