Breaking News:

WHO Tunda Proses Persetujuan Vaksin Sputnik V, Karena Masalah 'Manufaktur'

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menunda proses persetujuan untuk vaksin virus corona (Covid-19) buatan Rusia

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hendra Gunawan
Kirill KUDRYAVTSEV / AFP
Seorang perawat menunjukkan vaksin Sputnik V (Gam-COVID-Vac) untuk melawan COVID-19 di sebuah klinik di Moskow pada 5 Desember 2020 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menunda proses persetujuan untuk vaksin virus corona (Covid-19) buatan Rusia, Sputnik V.

Asisten Direktur cabang regional WHO, Jarbas Barbosa mengatakan bahwa proses pembuatan vaksin itu belum memenuhi standar yang diperlukan.

Dikutip dari laman Euro News, Jumat (17/9/2021), Rusia kali pertama mengajukan persetujuan kepada WHO untuk vaksin ini pada Februari lalu, namun belum menerima Daftar Penggunaan Darurat (EUL).

WHO menyampaikan bahwa mereka telah menunda persetujuan vaksin itu hingga inspeksi baru dapat dilakukan di salah satu pabrik tempat Sputnik V diproduksi.

Baca juga: WHO Sebut Kekurangan Vaksin Covid-19 di Afrika Dapat Membawa Dunia Kembali ke Titik Awal

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet menunjukkan bahwa vaksin tersebut memiliki efektivitas mencapai 91,6 persen dalam melawan Covid-19.

Namun dalam akun Twitter resminya, Sputnik V juga mengklaim pada hari Rabu lalu bahwa vaksin tersebut menunjukkan efektivitas 97,2 persen selama kampanye vaksinasi di Belarus.

Baca juga: Cara Download Sertifikat Vaksin Covid-19 dan Scan QR Code di PeduliLindungi

Kendati demikian, baik WHO maupun European Medicines Agency (EMA) menyatakan bahwa mereka masih menunggu data lengkap dari produsen vaksin tersebut.

Berbicara dalam konferensi pers untuk Pan American Health Organization, Barbosa menuturkan permintaan Rusia untuk otorisasi darurat telah ditunda.

"Saat memeriksa salah satu pabrik tempat pembuatan vaksin, mereka menemukan bahwa pabrik ini tidak sesuai dengan praktik manufaktur terbaik dan terbaru. Produsen vaksin perlu mempertimbangkan ini dan membuat perubahan yang diperlukan dan siap untuk inspeksi baru," kata Barbosa.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved