Minggu, 31 Agustus 2025

Virus Corona

Pimpinan DPR Ingatkan Pemerintah Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 Akhir 2021

pemerintah untuk waspada soal adanya kemungkinan gelombang ketiga Covid-19 yang akan terjadi pada akhir tahun 2021.

Penulis: Reza Deni
Editor: Johnson Simanjuntak
screenshot
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah untuk waspada soal adanya kemungkinan gelombang ketiga Covid-19 yang akan terjadi pada akhir tahun 2021.

"Kami minta untuk fasilitas sarana dan prasarana untuk tetap diwaspadai. Rumah sakit rumah sakit juga tetap dalam keadaan jangan lengah dan kondisi selalu siaga. Kalau gelombang ketiga itu ada kita sudah siap," kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (21/9/2021).

Politisi Partai Gerindra itu juga menegaskan seluruh pihak harus bahu-membahu dengan pemerintah untuk mengantisipasi hal tersebut.

"Kita sudah bersama mengalami pahitnya lonjakan pandemi kedua di mana banyak rumah sakit kemudian daya tampungnya melebihi kapasitas tidak memadai," katanya.

Tak hanya itu, gelombang kedua Covid-19 lalu menurutnya juga membuat ketersedian obat-obatan tidak memadai.

"Kemudian sebaran yg begitu cepat membuat kita semua kewalahan," katanya.

Baca juga: Menkes Ingatkan Masyarakat Agar Tak Takut Jalani Tes Covid-19

Oleh karena itu, Dasco kembali mengajak masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan agar gelombang ketiga tidak membuat kewalahan semua pihak.

"Kita tetap saling mengingatkan. Kita tetao harus saling menahan diri bahwa kemudian masa-masa November-Desember itu ada hari-hari libur," pungkasnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran kabinetnya untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gelombang baru Pandemi Covid-19 ke depan. 

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam Konferensi pers virtual yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Senin, (20/9/2021).

"Sesuai arahan Presiden, kami di kabinet juga sudah diminta mengantisipasi kemungkinan terjadi gelombang baru ke depan," katanya.

Ia mengatakan pemerintah mempelajari penanganan kasus di massa stroling atau kasus rendah berdasarkan hasil studi atau scientific report berjudul “Multiwave pandemic dynamics explained: how to tame the next wave of infectious diseases".

Dalam studi tersebut terdapat batasan jumlah kasus Covid-19 yang harus dipertahankan dalam masa stroling (kasus rendah) agar dapat mengantisipasi lonjakan kasus.

Baca juga: Airlangga Hartarto: Tingkat Penularan Covid-19 di Indonesia Rendah, Pandemi Mulai Terkendali

"Tim mempelajari dengan cermat penanganan gelombang baru agar pengendalian jumlah kasus dalam masa strolling atau masa sekarang kasus rendah," kata Luhut.

Pemerintah kata Luhut, memanfaatkan kondisi saat ini dimana kasus Covid-19 rendah untuk melakukan konsolidasi. Berdasarkan hasil studi tersebut, jumlah kasus disarankan ditahan pada tingkat 10 kasus per juta penduduk per hari.

Halaman
12
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan