Virus Corona

Rekomendasi IDAI untuk Vaksinasi Covid-19 Pada Anak Usia 6 - 11 Tahun, Dosis 2 Kali Berjarak 28 Hari

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menerbitkan rekomendasi pemberian vaksinasi untuk anak usia 6 tahun keatas.

Tribunnews/Jeprima
Petugas kesehatan melakukan imunisasi terhadap seorang anak di balai warga Pademangan Timur, Jakarta Utara, Jumat (23/10/2020). Tahun depan rencana akan ada pemebrina vaksin untuk anak usia 6-11 tahun. Rekomendasi IDAI untuk Vaksinasi Covid-19 Pada Anak Usia 6 - 11 Tahun, Dosis 2 Kali Berjarak 28 Hari.Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menerbitkan rekomendasi pemberian vaksinasi untuk anak usia 6 tahun keatas.

Menyusul telah dikeluarkannya izin penggunaan darurat vaksin Sinovac untuk anak berusia 6-11 tahun oleh BPOM serta dimulainya sekolah tatap muka.

Melalui rilis resmi IDAI yang diterima Tribunnews.com pada Selasa (2/11/2021) IDAI merekomendasikan sebagai berikut :

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 untuk Usia 6-11 Tahun Sasar 26,4 Juta Anak Indonesia

Baca juga: BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Vaksin Sinovac untuk Anak, Usia 6 - 11 Tahun Bakal Divaksin 2022

Pemberian imunisasi Covid-19 pada anak golongan usia 6 tahun keatas, adalah Vaksin Coronavac atau Sinovac yang diberikan secara intramuskular dengan dosis 3ug (0,5 ml).

Dosdis ini diberikan sebanyak dua kali pemberian dengan jarak dosis pertama ke dosis kedua yaitu 4 minggu.

DKI Jakarta jadi provinsi pertama yang melaksanakan vaksinasi untuk anak usia 12 - 17 tahun. Pelaksanaan vaksinasi anak ini resmi dimulai Kamis (1/7/2021).
DKI Jakarta jadi provinsi pertama yang melaksanakan vaksinasi untuk anak usia 12 - 17 tahun. Pelaksanaan vaksinasi anak ini resmi dimulai Kamis (1/7/2021). (dok Pemprov DKI)

Vaksinasi tidak direkomendasikan bagi anak yang memiliki atau mengalami kontraindikasi:

1. Defisiensi imun primer, penyakit autoimun tidak terkontrol;

2. Penyakit Sindrom Gullian Barre, mielitis transversa, acute demyelinating encephalomyelitis;

3. Anak kanker yang sedang menjalani kemoterapi/radioterapi, anak yang sedang mendapat pengobatan imunosupresan/sitostatika berat;

4. Sedang mengalami Demam 37,50 C atau lebih;

5. Anak baru sembuh dari Covid-19 kurang dari 3 bulan;

6. Pascaimunisasi lain kurang dari 1 bulan;

7. Anak atau remaja sedang hamil;

8. Memiliki hipertensi dan diabetes melitus, dan atau penyakit-penyakit kronik atau kelainan kongenital yang tidak terkendali.

Petugas Puskesmas Leuwigajah, Kota Cimahi melakukan imunisasi difteri titanus kepada siswa Sekolah Dasar Negeri Leuwigajah 2,  Jalan Cibogo, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Sabtu (14/11/2020). Sebanyak 198 siswa kelas 1, 2 dan 5 masuk dalam daftar siswa yang menerima imunuisasi ini. Kegiatan rutin kerjasama Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Cimahi ini biasanya dilakukan setiap bulan Agustus dengan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah  (BIAS). Dikarenakan masa pandemi covid-19, kegiatan ini baru dapat dilakukan lagi setelah penyebaran covid-19 menurun di Kota Cimahi. Pelaksanaan dengan protokol kesehatan dilakukan oleh pihak sekolah dengan menjadwal siswa untuk datang secara bergantian agar tidak terjadi kerumunan siswa. Siswa yang datang dilakukan pengukuran suhu tubuh dan mencuci tangan menggunakan sabun pada tempat yang sudah disiapkan pihak sekolah. Tribun jabar/zelphi
Petugas Puskesmas Leuwigajah, Kota Cimahi melakukan imunisasi difteri titanus kepada siswa Sekolah Dasar Negeri Leuwigajah 2, Jalan Cibogo, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Sabtu (14/11/2020). Tahun depan pemerintah merencanakan pemberian vaksinasi covid-19 unyuk usia 6-11 tahun. Tribun jabar/zelphi (TRIBUN JABAR/ZELPHI)

Rekomendasi tersebut juga memberi catatan, imunisasi untuk anak dengan kanker dalam fase pemeliharaan, penyakit kronis atau autoimun yang terkontrol dapat mengikuti panduan imunisasi umum dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter penanggung jawab pasien sebelumnya.

Sebelum dan sesudah vaksinasi semua anak tetap memakai masker dengan benar, menjaga jarak, tidak berkerumun, jangan bepergian bila tidak mendesak.

IDAI menegaskan rekomendasi ini sifatnya dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan bukti- bukti ilmiah yang terbaru.

Rekomendasi ditandatangani oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) Sekjen IDAI Dr. Hikari Ambara Sjakti,Sp.A(K) pada 2 November 2021.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved