Jumat, 29 Agustus 2025

Virus Corona

WHO Umumkan Kemunculan Varian Baru B.1.1.529 atau Omicron Asal Afrika Selatan, Sebut Lebih Menular

WHO kembali mengumumkan temuan varian baru Covid-19 yang berasal dari Afrika Selatan, yakni B.1.1.529 atau Omicron.

Freepik
Ilustrasi Varian Baru B.1.1.529 atau Omicron Asal Afrika Selatan. 

Punya Penularan 400 Persen Lebih Cepat dari Varian Delta

Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, kemunculan varian baru di Afrika Selatan kini mulai jadi perbincangan.

WHO memberikan nama varian baru virus Corona B.1.1.529 yang berasal dari Afrika Selatan, Omicron.

Varian ini cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, Omicron langsung ditetapkan sebagai varian of concern.

Pada varian mutasi sebelumnya, perlu beberapa tahapan sampai bisa menjadi varian of concern.

Baca juga: Mengenal Omicron, Varian Baru Virus Covid-19 Asal Afsel yang Disebut Sangat Mengkhawatirkan

Hal ini diungkapkan oleh Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman.

Namun sejauh ini untuk gejala klinis secara spesifik masih harus ditunggu.

Namun catatan penting dari varian ini adalah potensi penularannya lima kali lebih cepat dibandingkan varian asli dari Wuhan.

Menurut Dicky, bahkan varian tersebut lebih cepat dari varian Delta.

Baca juga: Waspada Varian Baru B.1.1.529 atau Omicron, WHO Imbau Negara Tidak Panik dan Terapkan Prokes Ketat

"Potensinya baru analisa awal, berpotensi 500 persen lebih cepat dibandingkan Wuhan virus liar. Artinya 400 persen dibandingkan Delta."

"Ini baru pola awal saat ini ya. Mudah mudahan tidak seperti itu," ungkapnya saat ditanyai Tribunnews.com, Sabtu (27/11/2021).

"Dan juga yang jelas potensi penularannya, kalau dibandingkan diibaratkan delta 100 persen lebih cepat dari virus liar yang di Wuhan," lanjutnya.

Baca juga: WHO Butuh Waktu Beberapa Minggu untuk Pahami Varian Baru Covid-19

Dicky menyebutkan potensi ini dihitung sesuai dasar dari varian Wuhan.

Karena penularannya jauh lebih cepat, dunia terhitung sangat rawan menghadapi varian ini, terutama di negara Indonesia.

"Ini akan membuat tahun 2022 menjadi kompleks dalam artian prediksi, sehingga saya pribadi beberapa waktu terakhir berubah predikasinya 2022 karena banyak faktor yang membuat kompleks," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Aisyah Nursyamsi)

Baca berita lainnya terkait Virus Corona.

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan