Breaking News:

Virus Corona

Strain Omicron Mungkin Sudah Ada di AS, Dprediksi Akan Menyebar di Seluruh Wilayah

Strain baru virus corona telah terdeteksi di Afrika Selatan pada 24 November lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun menganggapnya sebagai ancaman.

AFP/GEOFF ROBINS
Sederet pelancong Kanada di mobil atau rumah motor mereka, membentang melintasi Jembatan Pelangi antara Air Terjun Niagara, Ontario, dan Air Terjun Niagara New York, pada 7 November 2021. - Amerika Serikat membuka kembali perbatasan darat dan udaranya Senin 8 November untuk asing pengunjung divaksinasi penuh terhadap Covid-19, mengakhiri 20 bulan pembatasan perjalanan dari seluruh dunia yang memisahkan keluarga, pariwisata yang tertatih-tatih, dan hubungan diplomatik yang tegang. Larangan, yang diberlakukan oleh mantan presiden Donald Trump pada awal 2020 dan ditegakkan oleh penggantinya Joe Biden, telah banyak dikritik dan menjadi simbol pergolakan yang disebabkan oleh pandemi. Pembatasan itu sangat tidak populer di Eropa dan tetangga AS, Kanada dan Meksiko.Strain Omicron Mungkin Sudah Ada di AS, Dprediksi Akan Menyebar di Seluruh Wilayah (Photo by Geoff Robins / AFP) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Strain baru virus corona (Covid-19) Omicron telah terdeteksi di Afrika Selatan pada 24 November lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun menganggapnya sebagai ancaman.

Hal itu karena adanya laporan bahwa varian tersebut bersifat lebih cepat menular dibandingkan strain lain, dan lebih mudah menular pada kalangan anak muda serta dapat kebal terhadap vaksin.

Dikutip dari laman Sputnik News, Minggu (28/11/2021), kasus Omicron telah diidentifikasi di Botswana, Israel, Hong Kong serta beberapa negara Eropa.

Baca juga: Hadapi Virus Corona Omicron, Jepang Lakukan Tindakan Pengetatan Karantina Selama 10 Hari

Baca juga: WHO: Tak Perlu Panik Pada Strain Omicron, Belum Tahu Bisa Kurangi Efektivitas Vaksin Atau Tidak

Namun Kepala Penasihat Medis untuk Presiden Amerika Serikat (AS) serta Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, Dr. Anthony Fauci mengatakan pada Sabtu kemarin bahwa varian ini kemungkinan juga sudah masuk ke AS.

"Varian baru Covid-19 yang berpotensi lebih menular dan resisten terhadap sistem kekebalan ini mungkin sudah ada di AS. Kami belum tahu soal itu, namun anda harus berhati-hati dan berasumsi bahwa itulah masalahnya," kata Fauci.

Ia menambahkan, varian ini juga memiliki banyak mutasi yang menunjukkan sifatnya mungkin dapat menghindari perlindungan vaksin.

Ilustrasi virus corona
Ilustrasi virus corona Freepik)

"Misalnya antibodi monoklonal, bahkan mungkin plasma pemulihan untuk orang yang telah terinfeksi dan pulih, mungkin juga vaksin. Ini semua 'mungkin'," jelas Fauci.

Fauci mencatat bahwa mutasi merupakan sesuatu yang harus diperhatikan dengan sangat cermat.

"Bersiaplah untuk sesuatu yang serius, bahkan jika mungkin variannya tidak seperti yang kita bayangkan," papar Fauci.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved