Breaking News:

Virus Corona

Vaksinasi Jadi Alat Pertahanan yang Baik dalam Mencegah Penyebaran Covid-19

vaksinasi dinilai menjadi alat pertahanan yang paling baik dalam mencegah dan mengurangi dampak dari penyebaran virus Covid-19.

Editor: Sanusi
ist
Webinar Bangkit dari Covid-19 dengan Nalar dan Aksi Bersama Berlandaskan Fatwa Majelis Ulama Indonesia dengan Tema "Vaksin COVID untuk Ibu Hamil dan Menyusui, Amankah?". 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selain penerapan protokol kesehatan yang benar, sampai saat ini vaksinasi dinilai menjadi alat pertahanan yang paling baik dalam mencegah dan mengurangi dampak dari penyebaran virus Covid-19.

Namun persoalan vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil dan menyusui hingga kini masih menjadi pertanyaan dan kekhawatiran bagi sebagian masyarakat.

Hal ini terutama dari tinjauan kehalalan dan kesehatan bagi ibu hamil dan menyusui, juga bagi bayi yang masih dalam kandungan maupun yang sudah lahir.

Baca juga: Genjot Vaksinasi, Indonesia Kembali Kedatangan 4,8 Juta Dosis Vaksin Covovax

Untuk itu, Direktorat Jenderal Informasi dan KomunikasiPublik (Ditjen IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bermitra dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat khususnya Komisi Infokom MUI Pusat dan Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI Pusat mengadakan Webinar Bangkit dari Covid-19 dengan Nalar dan Aksi Bersama Berlandaskan Fatwa Majelis Ulama Indonesia dengan Tema "Vaksin COVID untuk Ibu Hamil dan Menyusui, Amankah?".

“Insya Allah melalui webinar kali ini bisa memberikanpencerahan, sekaligus juga memberikan manfaat agar para Ibu hamil dan menyusui bisa mempersiapkan diri dan tidak takut dan ragu lagi untuk divaksin," ungkap Ketua Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga MUI Pusat, Siti Ma’rifah, ketika membuka kegiatan webinar.

Baca juga: Jerman Berlakukan Lockdown Terhadap Warga yang Tidak Divaksinasi untuk Cegah Peningkatan Covid-19

Narasumber yang hadir secara daring antara lain Ketua MUI Pusat Bidang Ekonomi Syariah dan Halal, KH. Sholahuddin Al Ayyub; Pengurus Komisi Infokom MUI Pusat / Wapimred mui.or.id, Syukri Rahmatullah; Guru Besar Fakultas Kedokteran UIN Jakarta, Sardjana; Andi AlfianZainuddin.

Pada kegiatan ini, KH. Sholahuddin Al Ayyub menjelaskan perspektif vaksin dalam pandangan Islam. Kyai Ayyub menyebutkan bahwa MUI melihat vaksin adalah bagian dari berobat dan berobat itu hukumnya wajib di dalam syariat Islam. Namun obat juga harus mencakup unsur halal dan thayyib.

Selain halal dan thayyib, masalah kedaruratan juga menjadi pertimbangan yang penting. Dalam kondisi darurat tertentu, dibolehkan menggunakan obat yang tidak halal, jika yang halal tidak ada atau ketersediaannya tidak mencukupi.

“Karena sesungguhnya kemaslahatan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan lebih sempurna dibandingkan kemaslahatan untuk menghindari sesuatu yang najis," tutur Kyai Ayyub.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved