Virus Corona
Mirip Flu, Gejala Khas Omicron Selain Sakit Tenggorokan, Lemas dan Nyeri Kepala
Gejala Covid-19 varian Omicron mirip dengan sakit flu. Apa yang membedakan?
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --Gejala Covid-19 varian Omicron mirip dengan sakit flu. Apa yang membedakan?
Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan mengatakan gejala pada pasien Omicron hampir sama dengan flu.
Adapun gejala khas pada pasien Omicron adalah nyeri atau gatal pada tenggorokan.
Baca juga: Anies Baswedan Minta Masyarakat Jakarta Tak Panik Sikapi Melonjaknya Kasus Covid-19 Omicron
Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Siapkan 42 Armada Bus Sekolah Untuk Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19
"Memang gejalanya mirip flu dan khas kalau flu itu jarang sakit tenggorokan, nyeri tenggorokan. Kalau pada Covid-19 sampai 60 persen rata-rata itu berhubungan dengan saluran nafas mulai dari gatal tenggorokan sampai nyeri," ungkap Erlina.
Setelah mengalami nyeri tenggorokan maka akan menjadi batuk kering disertai dengan hidung tersumbat atau pilek.
Dokter paru di RSUP Persahabatan ini mengatakan, berdasarkan pengamatan pada 17 pasien probable Omicron dan Omicron di RSUP Persahabatan pasien mengalami gejala sebagai berikut:
batuk kering, nyeri tenggorokan, pilek, sakit kepala, serta demam.
"Jadi memang mirip influenza dengan ada juga tambahannya nyeri kepala dan badannya lemas," kata dia.
Untuk itu, saat sedang flu memakai masker bersifat wajib.
Erlina Burhan juga mengingatkan, agar tak menganggap enteng flu, terutama pada lansia atau kelompok komorbid.
Kelompok lansia dan komorbid, disarankan segera mendatangi layanan kesehatan terdekat untuk memeriksakan diri sebelum menjadi fatal.
"Jangan terlalu menganggap enteng flu terutama kepada orang tua atau orang-orang dengan komorbid yang tidak terkendali atau penyakit bawaan yang tidak terkendali karena penyakit bawaan yang tidak terkendali itu akan menurunkan sistem pertahanan sistem imunitas tubuh, sehingga bisa terjadi pemburukan," tutur Erlina dalam kegiata virtual beberapa waktu lalu.
Kasus Naik Terus, Kemenkes Nilai Belum Masuk Gelombang Ketiga Covid-19
Terpisah, Juru bicara vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan, pihaknya belum dapat menyimpulkan kenaikan kasus harian Covid-19 berturut-turut ini sebagai tanda dimulainya gelombang ketiga Covid-19.
"Masih kita monitoring ya, karena untuk menyatakan gelombang ketiga kita masih melihat perkembangan penambahan kasus," kata dia saat dikonfirmasi, Selasa (1/2/2022).
Ia menuturkan, selain meningkatnya testing dan tracing untuk menemukan kasus konfirmasi positif Covid-19, varian Omicron diduga menjadi penyebab kenaikan kasus, karena sifatnya yang cepat menular.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-flu-dan-pilek-dsg.jpg)