Virus Corona

WHO Perkirakan Angka Kematian Covid-19 Sebenarnya 15 Juta, Bukan 5 Juta seperti yang Dilaporkan

Hampir 15 juta orang di seluruh dunia meninggal dunia akibat pandemi Covid-19, menurut angka terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
Madaree TOHLALA / AFP
Petugas yang mengenakan alat pelindung diri (APD) menguburkan seorang sukarelawan pertahanan sipil yang meninggal karena virus corona Covid-19 di pemakaman Ban Yakang di provinsi Narathiwat, Thailand selatan, pada 24 Februari 2022. Hampir 15 juta orang di seluruh dunia meninggal dunia akibat pandemi Covid-19, menurut angka terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

TRIBUNNEWS.COM - Hampir 15 juta orang di seluruh dunia meninggal dunia akibat pandemi Covid-19, menurut angka terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dilansir Independent, perkiraan angka 15 juta dari WHO itu menunjukkan adanya jumlah "kematian berlebih" yang terkait langsung atau tidak langsung dengan pandemi.

Data yang dikumpulkan antara 1 Januari 2020 hingga 31 Desember 2021 menunjukkan angka kematian sekitar 14,9 juta orang.

Angka itu 13 persen lebih banyak daripada yang angka kematian yang diperkirakan terjadi selama periode dua tahun.

Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan:

"Data serius ini tidak hanya menunjukkan dampak pandemi tetapi juga kebutuhan semua negara untuk berinvestasi dalam sistem kesehatan yang lebih tangguh yang dapat mempertahankan layanan kesehatan esensial selama krisis, termasuk informasi kesehatan yang lebih kuat."

Baca juga: Update Covid-19 Global 6 Mei 2022: Total Infeksi Covid-19 515.791.426 Kasus

Baca juga: Tak Ada Kaitan Vaksin Covid-19 dengan Penyakit Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan  pada Senin (20/12/2021) agar dunia bersatu dan membuat keputusan sulit yang diperlukan untuk mengakhiri pandemi Covid-19 dalam tahun depan.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan pada Senin (20/12/2021) agar dunia bersatu dan membuat keputusan sulit yang diperlukan untuk mengakhiri pandemi Covid-19 dalam tahun depan. (AFP)

"WHO berkomitmen untuk bekerja dengan semua negara untuk memperkuat sistem informasi kesehatan mereka guna menghasilkan data yang lebih baik untuk keputusan yang lebih baik dan hasil yang lebih baik."

WHO percaya bahwa banyak negara yang meremehkan jumlah orang yang meninggal karena Covid-19, karena hanya 5,4 juta yang dilaporkan secara keseluruhan.

Sebagian besar kematian berlebih (84 persen) terkonsentrasi di Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika, kata WHO.

Sekitar 68 persen kematian berlebih terkonsentrasi hanya di 10 negara secara global.

Juga ditemukan bahwa negara-negara berpenghasilan menengah menyumbang 81 persen dari 14,9 juta kematian berlebih selama periode 24 bulan.

Sebanyak 53 persen kematian ada di negara-negara berpenghasilan menengah-bawah dan 28 persen di negara-negara berpenghasilan menengah-atas.

Sementara itu negara berpenghasilan tinggi dan berpenghasilan rendah masing-masing menyumbang 15 persen dan 4 persen.

Angka kematian global juga mengungkap kematian lebih tinggi terjadi pada pria (57 persen), sementara wanita 43 persen.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved