Virus Corona

Kementerian Kesehatan Optimistis Kenaikan Kasus Covid-19 BA.4 dan BA.5 Bisa Terkendali

Kementerian Kesehatan optimis kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia diharapkan bisa dikendalikan, meski dipicu oleh adanya subvarian baru Omicron BA.4

Editor: Wahyu Aji
Tangkap layar
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH mengatakan, kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia diharapkan bisa dikendalikan, meski dipicu oleh adanya subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5. 

"Mudah-mudahan tetap kita kendalikan seperti yang lalu, tetap ada lonjakan kasus tapi tetap bisa dikendalikan dengan baik," ujarnya dalam kegiatan FMB 9, Kamis (16/6/2022).

Kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia mayoritas terjadi di provinsi-provinsi di Pulau Jawa, seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Menurut Syahril, kenaikan kasus mulai terlihat pada tanggal 10 Juni yakni ada 627 kasus. Kemudian 3 hari turun dan kemarin naik lagi sampai 1.242.

"Naik turun ini merupakan bagian atau dinamika dari kita. Kita masih dalam masa pandemi walaupun terkendali. Jadi kita jangan terlalu panik ya dengan adanya satu kenaikan dan jangan terlalu euforia juga apabila melandai karena kita masih bersama pandemi, yang kita perlu waspadai adalah bagaimana kita tetap mengendalikan angka itu walaupun naik terus," ungkap dirut RS Sulianti Suroso.

Sebagai antisipasi kenaikan kasus yang tidak bisa dihindari, Kementerian Kesehatan sudah membuatkan surat imbauan kepada Dinas Kesehatan di semua provinsi kemudian rumah sakit untuk meningkatkan kewaspadaan.

Selain itu, pihaknya juga memastikan sumber daya manusia yakni tenaga medis dan tenaga kesehatan juga sudah siap siaga untuk memberikan suatu layanan kesehatan kepada masyarakat.

Baca juga: 20 Kasus Varian BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Indonesia, 3 diantaranya Anak-anak dan Bergejala Ringan

"Jadi saat ini masyarakat pun sudah tahu kapan dia harus ke ke Puskesmas, ke dokter, atau ke klinik, atau juga harus ke rumah sakit yang bukan Rumah Sakit. Mudah-mudahan, kita jauh lebih siap apabila terjadi suatu lonjakan kasus lagi karena kita sudah mempunyai suatu pengalaman dan sistem yang sudah terbentuk setelah dua setengah tahun ini," ungkap dokter Syahril.

20 kasus terdeteksi

Lebih lanjut Syahril mengatakan ketiga pasien berusia 5 - 12 tahun.

"Tiga orang berusia 5 -12 tahun dan yang lainnya adalah dewasa," katanya

Baca juga: Kasus Covid-19 Tembus Seribu, Jubir Kemenkes: Jangan Panik, Tapi Tetap Waspada

Terkait status vaksinasi ia menyebut bahwa, rata pasien-pasien sudah menerma vaskinasi dosis lengkap.

Saat ini, 20 pasien subvarian baru Omicron tersebut telah selesai menjalani isolasi mandiri.

Halaman
123
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved