Virus Corona

Covid-19 Kembali Melonjak, Wapres: Ada Pikiran Menambah Booster lagi

Menghadapi lonjakan kasus Covid-19 tersebut, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin meminta masyarakat untuk segera mengikuti vaksinasi.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
HO
Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin.Covid-19 Kembali Melonjak, Wapres: Ada Pikiran Menambah Booster lagi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Angka Covid-19 kembali mengalami lonjakan dalam beberapa waktu terakhir.

Menghadapi lonjakan kasus Covid-19 tersebut, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin meminta masyarakat untuk segera mengikuti vaksinasi.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah meluasnya angka Covid-19 di Indonesia.

"Jadi satu hal yang diminta pemerintah supaya vaksinasi ini masyarakat yang belum divaksin sebab yang paling rentan itu yang belum divaksin dan yang sudah divaksin wajib supaya di booster," ujar Ma'ruf di Masjid At-Taqwa, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Jumat (11/11/2022).

Ma'ruf mengatakan ada wacana untuk menambah booster menjadi dua kali dosis booster.

"Bahkan sekarang ada pikiran untuk menambah booster lagi. Dua kali boosternya. Masyarakat jangan sampai abai. Jangan sampai lalai karena ancaman masih ada," tutur Ma'ruf.

Dirinya mengungkapkan lonjakan angka Covid-19 terjadi karena banyak masyarakat yang belum divaksin.

Bahkan, kata Ma'ruf, pasien yang meninggal akibat belum mendapatkan vaksinasi Covid-19.

"Mengenai covid, saya kira kita semua sudah mendengar bahwa ada kenaikan ya, dan ternyata banyak yang meninggal itu banyak yang belum divaksin. Apalagi belum dibooster ya," pungkas Ma'ruf.

Baca juga: Update Covid-19 Global 11 November 2022: Total Infeksi 639,3 Juta, Jumlah Pasien Sembuh 618,9 Juta

Seperti diketahui, tren kasus positif Covid-19 di Indonesia melonjak selama satu pekan terakhir atau tepatnya awal November 2022. Jika dipersentasekan angka kenaikan hampir 50 persen.

Kasus positif harian tercatat 4.707 kasus pada Selasa (1/11/2022). Secara perlahan jumlahnya terus bertambah. Bahkan hingga Rabu (9/11/2022) kemarin bertambah 6.186 kasus.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved