Virus Corona

Penularan Covid di Indonesia Didominasi Subvarian XBB, Berikut Karakteristik dan Gejalanya

Berikut karakteristik dari subvarian XBB. Pertama, subvarian tersebut merupakan gabungan dari BA.2.10.1 dan BA.275.

Kompas.com/Shuttterstock
Ilustrasi Subvarian Omicron XBB. Berikut karakteristik dari subvarian XBB. Pertama, subvarian tersebut merupakan gabungan dari BA.2.10.1 dan BA.275. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA --Pemerintah mewaspadai penularan dan penyebaran Covid-19 Omicron subvarian XBB. Data terbaru menunjukan, sudah ada 48 subvarian XBB di Indonesia, dimana 48 persen ada di Batam.

Berikut karakteristik dari subvarian XBB. Pertama, subvarian tersebut merupakan gabungan dari BA.2.10.1 dan BA.275.

Baca juga: Menkes: Kasus Covid-19 Subvarian XBB Terbanyak di Batam

Omicron merupakan varian yang pernah memuncak pada februari 2022 lalu. Kedua, pada 10 November 2022 subvarian XBB sudah tersebar di 37 negara di dunia. Singapura, India dan Australia menjadi negara yang tertinggi.

Ketiga, gejala yang ditimbulkan dari sub varian ini tidak jauh berbeda dengan gejala yang lainnya.

Munculnya varian/sub varian baru Covid-19 merupakan sifat alamiah dari sebuah virus terus bermutasi bertahan hidup.

Adapun gejala yang ditimbulkan dari Covid-19 subvarian XBB ini mirip dengan gejala Covid-19 pada umumnya, dari demam, batuk, kelelahan, nyeri otot, anosmia hingga diare.

Baca juga: Pakar Ingatkan Subvarian XBB Masih Punya Potensi Membahayakan 

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap, sebaran terbanyak subvarian Omicron XBB berada di provinsi Batam.

Hal ini lantaran Batam dekat dengan negara Singapura yang telah lebih dahulu mengalami lonjakan kasus subvarian serupa.

Pengendara sepeda motor bermasker melintasi patung gajah yang dipasangi masker berukuran besar di kompleks Taman Kopo Indah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/11/2022). Pemerintah kembali memperpanjang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 di seluruh Indonesia dari Selasa, 8 November 2022 hingga 21 November 2022 untuk wilayah Jawa-Bali dan hingga 5 Desember 2022 untuk luar Jawa-Bali. Kebijakan ini diambil setelah adanya peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia, terutama di Jawa dan Bali hingga tembus 5.000 kasus aktif pada awal bulan ini akibat munculnya subvarian baru dari Omicron, yakni XBB, XBB.1, dan BQ.1. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Pengendara sepeda motor bermasker melintasi patung gajah yang dipasangi masker berukuran besar di kompleks Taman Kopo Indah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/11/2022). Pemerintah kembali memperpanjang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 di seluruh Indonesia dari Selasa, 8 November 2022 hingga 21 November 2022 untuk wilayah Jawa-Bali dan hingga 5 Desember 2022 untuk luar Jawa-Bali. Kebijakan ini diambil setelah adanya peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia, terutama di Jawa dan Bali hingga tembus 5.000 kasus aktif pada awal bulan ini akibat munculnya subvarian baru dari Omicron, yakni XBB, XBB.1, dan BQ.1. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

"XBB paling banyak di Batam karena dekat dari Singapura," kata menkes yang ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (11/11/2022).

Ditambahkan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Maxi Rein Rondonuwu, saat ini penularan Covid-19 didominasi oleh varian XBB bukan XBB.1.

"Itu berdasarkan hasil penulusuran dari jumlah 48 kasus itu. Untuk lokasi di Batam ya ada 48 persen. Jadi lebih banyak di sana (Batam) karena tempat keluar dan masuk atau transit," ungkap Maxi pada kesempatan terpisah.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved