Pemilukada Depok
30 Tetangga Nurmahmudi Tak bisa Nyoblos
Puluhan tetangga Wali Kota Depok, Nurmahmudi Ismail, di komplek Griya Tugu Asri, Tugu, Cimanggis,tidak bisa menggunakan hak pilih
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Puluhan tetangga Wali Kota Depok, Nurmahmudi
Ismail, di komplek Griya Tugu Asri, Tugu, Cimanggis, Depok, Jawa Barat,
tidak mendapatkan hak suaranya pada pilkada Depok 2010. Alhasil
merekapun tidak dapat memberikan suaranya untuk memilih pemimpin baru di
kota Belimbing.
Hal itu dituturkan oleh kepala komplek yang juga merupakan ketua RW 19, kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok, Endro (50), saat ditemui di TPS 125, komplek Griya Tugu Asri.
"Sekitar 20-30 orang yang tidak mendapatkan hak pilih, sejauh ini masih di data," tutur Endro.
Lebih lanjut ia tidak mau beropini, mengapa kesalahan tersebut bisa terjadi. Namun ia menjanjikan bahwa pihaknya akan menindak lanjuti permasalahan ini kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Depok, untuk mengklarifikasi mengapa kesalahan tersebut bisa terjadi.
Salah seorang tetangga Nurmahmudi yang tidak mendapatkan hak pilihnya, Sonny (73) menuturkan, bahwa iapun hingga kini tidak memahami, mengapa petugas tidak mendatangi rumahnya dan mendaftarkan dirinya. Padahal pada pemilu presiden dan pemilu Wali kota Depok sebelumnya, Sonny selalu mendapatkan hak pilihnya.
"Saya enggak akan menuntut, saya terima kenyataan ini, saya ikhlas," tutur Sonny yang juga mantan ketua RT.
Hal yang berbeda dituturkan oleh Heru, yang juga mengalami nasib yang sama. Ia cukup kecewa dengan kejadian ini. Pasalnya jumlah warga yang tidak mendapatkan hak pilihnya cukup tinggi.
"Kalau satu-dua tidak terdaftar itu biasa, tapi kalau sampai puluhan saya rasa itu bukan kesalahan biasa" ujarnya.
Nurmahmudi yang kebetulan setelah memilih didatangi sejumlah tetangganya yang tidak mendapatkan hak pilih itu, menuturkan bahwa iapun merasa kecewa, mengetahui sejumlah warganya tidak mendapatkan hak pilihnya.
"Kami benar-benar kecewa terhadap kinerja KPUD,saya harap harap bisa menjadi koreksi," ujarnya.
Hal itu dituturkan oleh kepala komplek yang juga merupakan ketua RW 19, kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok, Endro (50), saat ditemui di TPS 125, komplek Griya Tugu Asri.
"Sekitar 20-30 orang yang tidak mendapatkan hak pilih, sejauh ini masih di data," tutur Endro.
Lebih lanjut ia tidak mau beropini, mengapa kesalahan tersebut bisa terjadi. Namun ia menjanjikan bahwa pihaknya akan menindak lanjuti permasalahan ini kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Depok, untuk mengklarifikasi mengapa kesalahan tersebut bisa terjadi.
Salah seorang tetangga Nurmahmudi yang tidak mendapatkan hak pilihnya, Sonny (73) menuturkan, bahwa iapun hingga kini tidak memahami, mengapa petugas tidak mendatangi rumahnya dan mendaftarkan dirinya. Padahal pada pemilu presiden dan pemilu Wali kota Depok sebelumnya, Sonny selalu mendapatkan hak pilihnya.
"Saya enggak akan menuntut, saya terima kenyataan ini, saya ikhlas," tutur Sonny yang juga mantan ketua RT.
Hal yang berbeda dituturkan oleh Heru, yang juga mengalami nasib yang sama. Ia cukup kecewa dengan kejadian ini. Pasalnya jumlah warga yang tidak mendapatkan hak pilihnya cukup tinggi.
"Kalau satu-dua tidak terdaftar itu biasa, tapi kalau sampai puluhan saya rasa itu bukan kesalahan biasa" ujarnya.
Nurmahmudi yang kebetulan setelah memilih didatangi sejumlah tetangganya yang tidak mendapatkan hak pilih itu, menuturkan bahwa iapun merasa kecewa, mengetahui sejumlah warganya tidak mendapatkan hak pilihnya.
"Kami benar-benar kecewa terhadap kinerja KPUD,saya harap harap bisa menjadi koreksi," ujarnya.