Ibadah Haji 2019

Tiga Gerakan Sukses Selamatkan Jemaah Haji dari Sakit

Untuk menyelamatkan jemaah haji Indonesia dari sakit, tim kesehatan melakukan gerakan preventif pencegahan agar jemaah haji tetap terjaga kesehatannya

Tiga Gerakan Sukses Selamatkan Jemaah Haji dari Sakit
Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019
Senam ringan di dalam pesawat dipimpin tim kesehatan jemaah indonesia dari Kementerian Kesehatan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah

TRIBUNNEWS.COM, MAKKAH – Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi membuat jemaah haji Indonesia banyak mengalami masalah kesehatan terutama masalah dehidrasi karena panasnya cuaca di Tanah Suci.

Untuk menyelamatkan jemaah haji Indonesia dari sakit dan ibadahnya di Tanah Suci bisa terlaksana dengan baik, tim kesehatan melakukan gerakan preventif pencegahan agar jemaah haji tetap terjaga kesehatannya.

Gerakan ini mulai digalakkan sejak jemaah haji berada di Madinah.

Kasubdit Bina Petugas Haji Kementerian Agama, M Ahmad Jauhari, menjelaskan ada tiga program yang dilakukan untuk menjaga jemaah haji agar tetap sehat dan sukses menjalankan ibadah selama di Tanah Suci.

Tim Kesehatan Jemaah Indonesia dari Kementerian Kesehatan memimpin senam ringan yang diikuti para Petugas Haji dan Jamaah Haji di dalam kabin pesawat Garuda Indonesia yang akan menuju Jeddah, Arab Saudi, Rabu (10/7/2019). Sebanyak 370 Petugas Haji Daerah Kerja Mekkah diberangkatkan dari Indonesia menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, sejak Selasa 9 Juli 2019 untuk melayani segala kebutuhan Jamaah Haji asal Indonesia. TRIBUNNEWS/M HUSEIN SANUSI
Tim Kesehatan Jemaah Indonesia dari Kementerian Kesehatan memimpin senam ringan yang diikuti para Petugas Haji dan Jamaah Haji di dalam kabin pesawat Garuda Indonesia yang akan menuju Jeddah, Arab Saudi, Rabu (10/7/2019). Sebanyak 370 Petugas Haji Daerah Kerja Mekkah diberangkatkan dari Indonesia menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, sejak Selasa 9 Juli 2019 untuk melayani segala kebutuhan Jamaah Haji asal Indonesia. TRIBUNNEWS/M HUSEIN SANUSI (TRIBUN/M HUSEIN SANUSI)

"Program yang pertama adalah kebugaran dengan melakukan aktivitas sesuai dengan kebutuhan tubuh kita. Tidak terlalu ngoyo sehingga tubuh kita selalu bugar. Yang kedua harus menjaga asupan gizi dan cairan kita sehingga cairan tercukupi yang ketiga membiasakan diri menggunakan pelindung diri baik itu kacamata, masker, paying maupun kaus kaki dan sandal," kata Jauhari, Senin (22/7/2019).

Baca: Kisah Pria Minang Menikahi Bule Perancis: Awal Perkenalan di Pulau Hingga Sebar Undangan Via Medsos

Baca: Brankas Warisan Sang Kakek Dibuka, Ternyata Isinya Satu Tas Uang Zaman Belanda dan Jepang

Tim promotif preventif dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia berada di kloter JKG 20 memulai kegiatan ini dengan mengadakan gerakan minum air bersama dan mencanangkan pemakaian kacamata.

"Kami memberikan penyuluhan bagaimana pentingnya alat pelindung diri berupa topi, kacamata, masker kemudian alas kaki dan tentunya kami dari tim promotif preventif mengimbau agar jemaah haji Indonesia selalu meminum air tidak menunggu haus," kata Jauhara.

Suasana kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua di Makkah, sebanyak 455 orang jemaah haji embarkasi Ujung Pandang (UPG) tiba di hotel di daerah syisah, Kota Makkah, Sabtu (20/7/19). 
Kredit
Suasana kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua di Makkah, sebanyak 455 orang jemaah haji embarkasi Ujung Pandang (UPG) tiba di hotel di daerah syisah, Kota Makkah, Sabtu (20/7/19). Kredit ((Tribunnews/Bahauddin/MCH2019))

Banyak minum sangat diperlukan agar jemaah haji terhindar dari dehidrasi atau kekurangan cairan karena kekurangan cairan bisa menimbulkan kekambuhan penyakit dan bisa menyebabkan kematian.

 Gerakan ini dinamakan gerakan 3 Sukses, mencakup tiga hal yakni gerakan kebugaran jasmani jamaah haji, gerakan minum air mineral bersama dan gerakan berkacamata hitam bersama.

Penulis: Husein Sanusi
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved