Reuni NU se-Dunia di Makkah Berkomitmen Lanjutkan Perjuangan Mbah Moen

Reuni warga Nahdliyyin ini berlangsung dalam kondisi duka atas meninggalnya ulama kharismatik NU, KH Maimoen Zubaer yang meninggal di Makkah

Reuni NU se-Dunia di Makkah Berkomitmen Lanjutkan Perjuangan Mbah Moen
Husain Sanusi/Tribunnews.com
Reuni NU se-dunia di kawasan Jarwal, Makkah, Kamis (8/8/2019). Warga Nahdliyyin rutin menggelar reuni di Makkah setiap musim haji 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah

TRIBUNNEWS.COM, MAKKAH - Ormas Islam terbesar Nahdlatul Ulama menggelar reuni NU se-dunia di Hotel Tayseer Tower di Kawasan Jarwal, Kota Makkah, Kamis (8/8/2019). Acara ini dihadiri sekitar seribuan warga Nahdliyyin yang sedang menunaikan ibadah haji.

Reuni warga Nahdliyyin ini berlangsung dalam kondisi duka atas meninggalnya ulama kharismatik NU, KH Maimoen Zubaer yang meninggal di Makkah, Selasa (6/8/2019) kemarin.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Agus Maftuh Abegebriel dalam sambutannya bercerita tentang hubungan eratnya dengan Mbah yang berlangsung sudah lama hingga akhir hayat Mbah Moen.

“Biasanya kalau saya pulang ke Indonesia saya pulang ke Sarang. Mbah Moen ketika sudah mendoakan bangsa Indonesia beliau menyatakan ini adalah pertemuan terakhir. Kang Maftuh sampeyan tamu saya yang terakhir, beliau menyatakannya sampai dua kali,” kata Agus Maftuh.

Saat Agus Maftuh menyampaikan ceramah, putra Mbah Moen, Taj Yasin yang juga wakil Gubernur Jawa Tengah datang dan bergabung dengan peserta reuni lainnya. Pidato dihentikan sebentar untuk menyambut kedatangan Gus Yasin.

“Putra-putra Mbah Moen langsung mendapat privilige dari kedubes Saudi yang ada di Indonesia dengan memberikan 8 visa untuk datang ke Makkah,” ujar Agus Maftuh

Sementara itu amirul Hajj Lukman Hakim Saefuddin yang juga menteri Agama dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada PCINU Arab Saudi yang rutin menggelar acara reuni setiap musim haji dan saat ini sudah memasuki yang ke 18 kali.

“Ada nuansa persahabatan, persaudaraan dan yang paling penting tabarukan. NU sebagai organisasi terbesar di Indonesia marilah kita mengubah potensi energi di NU untuk perdamaian dunia,” kata Lukman.

Penulis: Husein Sanusi
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved