Ibadah Haji 2019

Aksi Corat-coret, Ada Tulisan Ahmad Love Sarinem di Jabal Rahmah

Tapi ada saja kelakuan para peziarah di tempat-tempat bersejarah itu termasuk salah satu meninggalkan coretan-coretan yang tak jelas

Aksi Corat-coret, Ada Tulisan Ahmad Love Sarinem di Jabal Rahmah
Husain Sanusi/Tribunnews.com
Coretan-coretan di atas bebatuan di puncak Jabal Nur. Jemaah Haji Indonesia diminta tidak meninggalkan coretan di beberapa situs bersejarah di Tanah Suci. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah

TRIBUNNEWS.COM, MAKKAH - Berakhirnya masa puncak haji membuat jemaah haji kini mengisi waktu luang dengan menziarahi beberapa tempat bersejarah di Tanah Suci sambil menunggu jadwal pulang ke Tanah Air.

Tapi ada saja kelakuan para peziarah di tempat-tempat bersejarah itu termasuk salah satu meninggalkan coretan-coretan yang tak jelas di beberapa situs bersejarah.

Untuk itu Jemaah haji Indonesia diminta dan diimbau untuk tidak ikut-ikutan mencoret-coret situs bersejarah di Tanah Suci karena seluruhnya memiliki nilai kesejarahan yang sangat tinggi.

Kepala Daerah Kerja Mekkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) 2019 Subhan Cholid mengatakan kerap kali saat berkunjung ke situs bersejarah di Mekkah seperti Jabal Nur, Jabal Tsur, Jabal Rahmah, Hudaibiyah, dan lain-lain banyak dijumpai tulisan-tulisan nama bahkan tidak jarang di antaranya nama khas Indonesia.

“Banyak ditemukan tulisan-tulisan yang kita tidak paham. Ada juga warga kita, kita dapati. Misalnya di Jabal Rahmah ada tulisan Ahmad love Sarinem. Atau apalah sejenisnya. Itu iseng-iseng seperti. Yang tahu maksudnya orangnya tersebut,” katanya.

Tak hanya itu, bahkan beberapa di antaranya menempelkan atau meninggalkan foto-foto mereka di tempat tersebut.

Baca: Sikap Roger Danuarta yang Bikin Salut Cut Meyriska Saat Hubungan Mereka Ditentang Orangtua

Baca: Ada 2 Bintang Dunia yang Bisa Ubah Nasib Real Madrid

Baca: Pasangan Jemaah Haji Kakek Nenek Romantis Tiba di Makassar Dengan Selamat

Baca: ‎Uji Publik dan Wawancara KPK, Dekan Unej Ditanya Soal Dugaan Plagiarisme hingga Sakit Vertigo

“Terus menempel foto juga. Entah maksudnya untuk apa. Maksudnya mungkin supaya bisa kembali ke situ atau apa. Tapi itu kan kemudian menjadikan tempat itu menjadi tidak bagus lagi. Penuh coretan dan kotor,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada jamaah saat berkunjung ke tempat-tempat bersejarah agar turut menjaga kelestarian, kebersihan, dan kerapian dari tempat-tempat tersebut.

Apalagi karena tempat tersebut sangat bersejarah dan punya makna yang luar biasa.

“Jangan kemudian dikotori dengan coretan-coretan yang itu sesungguhnya cukup di batin saja atau ditulis dalam bukunya sendiri. Atau kalau memang itu sangat berkesan di hatinya tulislah di hati yang paling dalam dengan tinta emas tanpa harus menuliskannya di batu-batu yang punya nilai sejarah yang besar itu,” katanya.

Menurut dia, tempat tersebut perlu dijaga tetap lestari supaya bisa dinikmati oleh orang dari seluruh dunia dan menjadi pelajaran berharga bagi semua dengan melihat secara langsung tentang sejarah-sejarah tersebut.

Ia mengatakan ada aturan ketat yang tertulis secara resmi dari Pemerintah Arab Saudi bahkan ada denda jika ditemukan pelaku pencoretan.

Seperti misalnya juga jika ditemukan coretan di tenda di Mina maka ada denda sejumlah uang untuk membersihkannya.

“Jadi kami imbau kesadaran seluruh pihak untuk sama-sama menjaga kebersihan bahkan juga kesucian tempat-tempat yang punya nilai sejarah besar,” katanya.

Penulis: Husein Sanusi
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved