WIPA Tour Alokasikan Profit Pada Program Kesejahteraan Umat

sampai saat ini WIPA Tour telah memberangkatkan 51 hafiz, membangun tiga masjid dan satu masjid di daerah Cijantung

WIPA Tour Alokasikan Profit Pada Program Kesejahteraan Umat
HandOut/IST
Penyerahan bantuan bagi fakir miskin dan dhuafa. WIPA Tour menyebut, semua profit harus digunakan menjalankan program-program yang dibuat mensejaterahkan umat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - General Manager PT Wisata Putra Al Irshad, M Ali T Radja mengatakan perusahaan haji dan umrah harus berorientasi pada program-program yang dibuat untuk mensejaterahkan umat. 

"Di antaranya pembangunan masjid, rumah tahfiz dan pembagian sembako bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata dia, dalam keterangannya, Selasa (21/1/2020).

Indonesia menjadi negara dengan umat Muslim terbesar di dunia. Ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang berkontribusi mengirimkan jamaah umrah dan haji terbanyak di dunia.

Hal ini membuka peluang bisnis cukup menjanjikan. Perusahaan haji dan umrah terus bermunculan menawarkan pelayanan dan harga yang sangat kompetitif dengan kualitas terbaik.

Tercatat setidaknya 906 penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) yang izinnya sudah tercatat oleh Kementrian Agama RI.

Pada 2019, Indonesia telah mengirimkan sebanyak 849 ribu jamaah umrah dan jumlah tersebut secara signifikan terus meningkat setiap tahun.

Dari ribuan PPIU, ada salah satu PPIU yang menarik, namanya WIPA Tour.

Travel yang berlokasi di jalan Jl I Gusti Ngurah Rai No.1, RT 01/RW 09, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur ini sengaja didirikan sebagai jasa travel umrah non-profit yang juga banyak bergerak di bidang sosial sebagai bakti kepada umat.

M Ali T Radja, menjelaskan berdiri sejak tiga tahun lalu, semua profit WIPA Tour 100 persen digunakan untuk menjalankan program-program yang dibuat untuk mensejaterahkan umat. 

Hal ini yang sudah dilakukan perusahannya sejak berdiri tiga tahun lalu.

Dia menjelaskan, sampai saat ini WIPA Tour telah memberangkatkan 51 hafiz, membangun tiga masjid dan satu masjid di daerah Cijantung seluas 2000 m2 sedang dalam pembangunan.  

Dia menegaskan kepuasan pelayaan kepada jamaah tetap paling utama karena WIPA Tour berprinsip para jamaah merupakan tamu Allah yang harus dilayani dengan optimal. 

Untuk itu, kata dia, perusahaan ini sengaja didirikan sebagai jasa travel umrah non-profit yang juga banyak bergerak di bidang sosial sebagai bakti kepada umat.

Dia berharap program-program mulia WIPA Tour dapat terus berlanjut  dan mampu memperluas cakupan wilayah bantu.

“Ke depannya semoga WIPA Tour bisa menambah program-program lain lagi sebagai bakti kepada umat,” ujarnya

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved