Breaking News:

Umrah Saat Pandemi

Amphuri: Pemegang Visa Umrah dan Sudah Suntik Vaksin yang Diakui Arab Saudi Tak Perlu Karantina

Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) menyampaikan empat poin hasil aturan ibadah umrah saat pandemi.

Editor: Wahyu Aji
SPA Via Arab News
Jamaah mengunjungi Masjidil Haram di Makkah. Selama 10 hari pertama Ramadan tak kurang 1,5 juta orang berkunjung 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) menyampaikan empat poin hasil aturan ibadah umrah saat pandemi.

Kabid Humas Amphuri Limi Maria Goretti mengatakan, aturan ini resmi diterbitkan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Pertama dosis lengkap vaksin Covid-19 menjadi syarat pertama dan utama penerbitan Visa Umrah.

Kedua, jemaah yang yang vaksinnya sesuai yang dipakai oleh Arab Saudi (Pfizer, AztraZaneca, Moderna, dan Jhonson) tidak perlu karantina.

Ketiga, bagi yang vaksin diakui oleh WHO wajib menjalani karantina 3 hari.

Keempat, 48 jam setelah dimulainya karantina dilakukan tes PCR.

Bila hasilnya negatif, boleh melaksanakan ibadah umrah.

Skenario Amphuri

Skenario pemberangkatan jemaah asal Indonesia pun dirancang, seperti apa?

Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Firman M Nur, dalam Talk Show Program Tribun Corner, di Kantor TribunnewsBogor.com, Jalan Pemuda, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jumat (26/11/2021) mengungkapkan skenarionya.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved