Ibadah Haji 2022

Soal Haji Furoda, Harusnya Gratis, Tapi Malah Diperjualbelikan dengan Harga Mahal

Haji furoda alias haji mujamalah, yang sebetulnya merupakan undangan berhaji dari Kerajaan Arab Saudi, malah diperjualbelikan di Indonesia.

Penulis: Aji Bramastra
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/ Aji Bramastra
Konjen RI untuk Jeddah, Eko Hartono mengatakan konsep haji furoda sebenarnya merupakan undangan gratis dari Kerajaan Arab Saudi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aji Bramastra

TRIBUNNEWS.COM, MEKKAH - Kasus 46 WNI yang batal berhaji lewat jalur haji furoda, jadi sorotan masyarakat.

Salah satu yang jadi sorotan, haji furoda alias haji mujamalah, yang sebetulnya merupakan undangan berhaji dari Kerajaan Arab Saudi, malah diperjualbelikan di Indonesia.

Konsulat Jenderal RI untuk Jeddah, Eko Hartono, mengakui, konsep haji furoda sebenarnya merupakan undangan gratis dari Kerajaan Arab Saudi.

Awal mula maksud undangan haji ini diberikan, sebagai cara Kerajaan Arab Saudi meningkatkan hubungan diplomatik ke sebuah negara.

Tapi soal mengapa haji furoda akhirnya malah diperjualbelikan dengan harga fantastis di Indonesia, Eko tak mau lebih jauh berkomentar.

Baca juga: Reaksi Menteri Agama Setelah Lihat Tenda di Arafah: Dulu Saya Ibadah Haji Nggak Sebagus ini

"Mestinya (haji furoda) desainnya gratis, tapi di luar itu, saya tidak mau berkomentar," kata Eko, ditemui Tribunnews dalam sebuah acara di Mekkah, Selasa (5/7/2022).

Eko pun menjelaskan alur pemberian haji furoda atau haji mujamallah dari Arab Saudi.

Menurut Eko, haji furoda alias haji undangan sebetulnya sudah ada sejak tahun 2014.

Haji furoda menjadi fenomena unik karena ini merupakan hadiah dari Kerajaan Arab Saudi secara perseorangan.

Baca juga: Wapres Maruf Amin Terbang ke Arab Saudi, Penuhi Undangan Raja Salman untuk Beribadah Haji

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved