Ibadah Haji 2022

Menteri Agama Minta Program Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah Lebih Memperhatikan Kesehatan Jemaah

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk lebih memperhatikan kesehatan jemaah haji.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Dewi Agustina
Aji Bramastra
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk lebih memperhatikan kesehatan jemaah haji. Foto jemaah haji Indonesia melempar jumrah Aqobah, di Jamarat, Mina, Minggu (10/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk lebih memperhatikan kesehatan jemaah haji.

Program yang disusun, menurut Yaqut Cholil Qoumas, agar disesuaikan dengan tingkat kesehatan jemaah.

"Temuan kita, masih banyak jemaah haji yang memaksakan diri melaksanakan ritual sunnah. Termasuk program dari KBIHU itu menurut kami perlu lebih memperhatikan kondisi jemaah," terang Gus Men, panggilan akrabnya, usai memimpin rapat evaluasi penyelenggaraan ibadah haji di Jeddah, Sabtu (17/7/2022).

Menurut Yaqut Cholil Qoumas, langkah ini dilakukan untuk menjaga kondisi kesehatan jemaah.

Baca juga: Banyak Jemaah Haji Indonesia Masih Nekat Bawa Tas Tambahan, Oleh-oleh untuk Keluarga Pun Ditinggal

Setelah menjalani puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, Yaqut mengungkapkan tidak sedikit jemaah yang mengalami kelelahan.

"Nanti malam kita akan rapat dengan KBIHU untuk membahas bersama agar dalam mengorganisir jemaah untuk beribadah sunah bisa memperhatikan kondisi jemaah, jangan dipaksakan," ungkap Yaqut.

Menag Cholil Qoumas menyoroti ibadah mubah, seperti jalan-jalan, city tour, dan sejenisnya. Kegiatan ini menurut Yaqut, perlu dibatasi karena dapat melelahkan jemaah.

Yaqut juga berpesan kepada seluruh petugas, agar terus meningkatkan layanan dengan berorientasi pada jemaah. Salah satunya adalah terus berusaha agar jemaah tidak kelelahan dan tetap sehat.

"Kita akan minta kepada seluruh petugas termasuk KBIHU agar pelayanan berorientasi pada kemampuan fisik jemaah," tegasnya.

Berdasarkan data Siskohat Kemenag, sampai hari ini tercatat ada 55 jemaah wafat.

Sebanyak 27 jemaah wafat pada fase sebelum Armuzna, pada rentang 4 Juni sampai 7 Juli 2022.

Sebanyak 16 jemaah wafat pada fase Armuzna, 8-12 Juli 2022. Dan 12 jemaah wafat pascaarmuzna, 13 Juli hingga hari ini.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved