Kemenhaj Integrasi SISKOHAT dengan Nusuk, Data Haji RI Terhubung Langsung ke Arab Saudi
Kemenhaj mengintegrasikan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) dengan Platform Nusuk milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
Ringkasan Berita:
- Kementerian Haji dan Umrah mengintegrasikan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu dengan Platform Nusuk milik Arab Saudi untuk menyelaraskan dan memvalidasi data jemaah haji Indonesia.
- Integrasi yang resmi terhubung pada Januari 2026 ini bertujuan meningkatkan akurasi data, keamanan sistem, dan mempercepat proses pemvisaan.
- Ke depan, sistem ini juga akan digunakan untuk mendukung layanan lain seperti pengelompokan jemaah, kedatangan, hingga kepulangan haji dan umrah.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah mengintegrasikan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) dengan Platform Nusuk milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
Integrasi ini untuk menyelaraskan dan memvalidasi data jemaah haji Indonesia dengan sistem layanan resmi Pemerintah Arab Saudi.
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Haji RI, Farosa, mengatakan langkah ini menjadi untuk meningkatkan akurasi data, memperkuat keamanan sistem, serta mendorong efisiensi layanan berbasis digital.
"Melalui integrasi ini, data jemaah haji Indonesia dapat tervalidasi secara langsung dengan sistem Arab Saudi. Hal tersebut sangat mendukung kelancaran layanan jemaah, khususnya dalam proses pemvisaan," ujar Farosa melalui keterangan tertulis, Sabtu (14/2/2026).
Dengan sistem yang terhubung langsung, penyelenggaraan haji diharapkan menjadi lebih tertib, aman, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Proses integrasi dilakukan bertahap sejak Oktober 2025, dimulai dari penjajakan teknis, pemetaan kebutuhan sistem, hingga evaluasi keamanan siber.
Tahapan teknis yang dilakukan meliputi pemenuhan standar keamanan data, pertukaran sertifikat sistem, hingga pengujian koneksi aman antar-sistem.
Pada Januari 2026, SISKOHAT dan Platform Nusuk resmi terhubung secara aman dan dinyatakan siap beroperasi.
Dalam pelaksanaannya, integrasi ini juga didukung oleh Ali selaku penanggung jawab teknis yang memastikan stabilitas koneksi, kelancaran pertukaran data, serta kepatuhan terhadap standar keamanan layanan digital.
Farosa menegaskan, perlindungan data dan keamanan siber menjadi prioritas utama.
Akses data dibatasi hanya untuk pihak berwenang, proses pengiriman diamankan, dan seluruh aktivitas tercatat secara akuntabel dalam sistem.
Baca juga: Pansus DPR Sidak Kemenag, Cecar Subdit Siskohat Soal Dugaan Intervensi Dalam Penyelenggaraan Haji
Saat ini, integrasi SISKOHAT–Nusuk telah digunakan untuk mendukung proses pemvisaan jemaah haji.
Pertukaran data dilakukan secara otomatis, tanpa proses manual, sehingga mempercepat alur layanan sekaligus meningkatkan konsistensi data.
"Dengan implementasi integrasi ini, proses pemvisaan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terukur karena data jemaah dikirim langsung dari sistem SISKOHAT ke Nusuk tanpa melalui proses manual," jelas Farosa.
Ke depan, integrasi akan diperluas untuk mendukung pengelompokan dan pemaketan jemaah, persiapan kedatangan dan penerimaan di Arab Saudi, proses kepulangan, pengelolaan kontrak layanan, hingga layanan umrah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-haji11.jpg)