Ibadah Haji 2026
Ada Perang, Bagaimana Nasib Penyelenggaraan Haji 2026? Kemlu RI : Tak Ada Peringatan dari Saudi
Penyelenggaraan ibadah haji 1447H/2026 saat dinamika global di kawasan Timur Tengah dipertanyakan. Jadikah jemaah haji berangkat?
Ringkasan Berita:
- Penyelenggaraan ibadah haji 1447H/2026 saat dinamika global di kawasan Timur Tengah dipertanyakan.
- Jadikah jemaah haji berangkat ke Tanah Suci saat terjadi perang di Timur Tengah?
- Kemlu) RI memastikan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 berjalan sesuai rencana.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 berjalan sesuai rencana, kendati adanya dinamika global di kawasan Timur Tengah.
Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu RI, Heni Hamidah mengatakan sampai saat ini tidak ada peringatan khusus dari otoritas Arab Saudi terkait pelaksanaan ibadah haji.
Baca juga: Lindungi Jemaah Haji dan Umrah, Polri Bentuk Satgas Khusus Tindak Travel Ilegal
Namun penerbangan jemaah dari Indonesia ke Arab Saudi disarankan memutar untuk menghindari wilayah konflik.
“Belum ada warning khusus, tetapi disarankan untuk penerbangan menghindari wilayah konflik,” kata Heni dalam konferensi pers di Kantor Kemlu RI, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Kemlu juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah (Kemhaj) dan otoritas terkait untuk mengantisipasi berbagai potensi persoalan selama penyelenggaraan.
“Kami selalu berkoordinasi. Kalau ada kendala terkait haji, koordinasi dengan kami juga berjalan baik,” katanya.
Di sisi lain pemerintah juga telah memperkuat layanan dengan kehadiran kantor urusan haji di KJRI Jeddah, guna memberikan perlindungan dan pelayanan optimal kepada jemaah.
"Dan sekarang ada kantor urusan haji juga di KJRI," pungkasnya.
Jemaah Dijadwalkan Berangkat 22 April
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengatakan bahwa operasional penyelenggaraan ibadah haji akan dimulai pada 21 April 2026. Pada tanggal tersebut para jemaah mulai masuk asrama haji untuk kemudian berangkat ke tanah suci.
“Keberangkatan diharapkan tanggal 22 April sampai dengan kloter terakhir 21 Mei,” kata Gus Irfan di Gedung Bina Graha, Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, (15/4/2026).
Menurut Gus Irfan terdapat empat bandara yang masuk kategori fast track untuk keberangkatan jemaah haji tahun ini. Empat bandara tersebut yakni Soekarno-Hatta, Solo, Juanda, dan Makassar. Di seluruh bandara tersebut pemeriksaan imigrasi Saudi dilaksanakan di Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Jemaah-Haji-Indonesia-tahun-2024-dengan-pesawat-Saudia-Airlines-tiba-di-Tanah-Air-Indonesia.jpg)