Kamis, 30 April 2026

Ibadah Haji 2026

Jemaah Diimbau Bijak Gunakan Obat Penunda Haid Selama Ibadah Haji

Kepala Klinik Kesehatan (KKHI) Makkah, dr Mohammad Riski beri imbauan kepada jamaah haji dalam penggunaan obat penunda haid selama ibadah di Makkah.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Sri Juliati
Media Center Haji 2026/Sri Juliati
BERDOA DI BUKIT MARWA - Dua jemaah haji perempuan tengah berdoa di Bukit Marwa setelah melaksanakan ibadah sai di kompleks Masjidil Haram, Selasa (28/4/2026). Jemaah haji khususnya perempuan diimbau agar berhati-hati dalam menggunakan obat penunda haid selama menjalankan rangkaian ibadah di Makkah. 
Ringkasan Berita:
  • Kepala Klinik Kesehatan (KKHI) Makkah, dr Mohammad Riski memberikan imbauan kepada jamaah haji Indonesia yang menggunakan obat penunda haid selama menjalani ibadah di Makkah.
  • dr Riski menyebut, penggunaan obat penunda haid memang diperbolehkan, asalkan dikonsumsi sesuai dosis dan aturan yang benar.
  • Hal ini kerap dilakukan oleh sebagian jemaah wanita agar dapat melaksanakan ibadah secara maksimal tanpa terhalang siklus menstruasi.

TRIBUNNEWS.COM - Kepala Klinik Kesehatan (KKHI) Makkah, dr Mohammad Riski mengimbau jemaah haji Indonesia, khususnya perempuan agar berhati-hati dalam menggunakan obat penunda haid selama menjalankan rangkaian ibadah di Makkah.

Dalam keterangannya, dr Riski yang setiap hari berdinas di RSUP Hasan Sadikin Bandung menyebut, penggunaan obat penunda haid memang diperbolehkan, asalkan dikonsumsi sesuai dosis dan aturan yang benar. 

Hal ini kerap dilakukan oleh sebagian jemaah wanita agar dapat melaksanakan ibadah secara maksimal tanpa terhalang siklus menstruasi.

"Obat penunda haid bisa diminum, asal sesuai dengan dosisnya atau cara penggunaannya yang benar," ujarnya.

Meski demikian, ia  juga mengingatkan adanya potensi risiko kesehatan. 

Dalam beberapa kasus, ditemukan jemaah haji yang mengalami komplikasi akibat penggunaan obat tersebut, terutama jika tidak digunakan sesuai anjuran medis.

Sebagai langkah antisipasi, jemaah diminta tidak ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan yang tersedia. 

Layanan medis dapat diakses melalui dokter kloter maupun dokter sektor yang mendampingi jemaah haji selama di Tanah Suci.

"Kalau memerlukan penanganan lebih lanjut bisa datang ke KKHI maupun dirujuk langsung ke RS Arab Saudi," kata dia.

Ia menegaskan, keselamatan dan kesehatan jemaah tetap menjadi prioritas utama, sehingga setiap penggunaan obat, termasuk obat penunda haid, sebaiknya berada dalam pengawasan tenaga medis. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved