Kamis, 30 April 2026

Ibadah Haji 2026

Kabar Haji 2026: 47.834 Jemaah Berangkat ke Tanah Suci, Kemenhaj Pastikan Layanan Aman dan Optimal

Hingga 28 April 2026, tercatat sebanyak 122 kelompok terbang (kloter) dengan total 47.834 jemaah Haji telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Kemenhaj memastikan operasional haji 2026 berjalan lancar dengan 122 kloter dan 47.834 jemaah telah diberangkatkan serta mayoritas tiba dengan aman di Madinah.
  • Pemerintah menekankan keselamatan, kedisiplinan, dan kualitas layanan melalui pengawasan ketat, penanganan cepat insiden, serta standar akomodasi dan konsumsi yang merata.
  • Penyelenggaraan haji tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga mendukung kekhusyukan ibadah jemaah hingga puncak haji di Arafah.

TRIBUNNEWS.COM - Ibadah haji 2026 merupakan pelaksanaan rukun Islam kelima yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim yang mampu, baik secara fisik, finansial, maupun keamanan perjalanan. 

Kewajiban ini berlaku sekali seumur hidup bagi umat Islam yang memenuhi syarat (istitha’ah). 

Penyelenggaraan haji tahun 1447 H/2026 M sendiri telah dimulai sejak 21 April 2026 dengan masuknya jemaah ke asrama haji, sementara proses pemberangkatan dari Indonesia ke Tanah Suci berlangsung sejak 22 April 2026 secara bertahap melalui berbagai embarkasi.

Memasuki hari kesembilan operasional, Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) memastikan seluruh proses berjalan dalam kondisi yang stabil dan terkendali. 

Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi, menyampaikan bahwa layanan bagi jemaah, mulai dari keberangkatan hingga tiba di Madinah, terlaksana dengan baik berkat koordinasi lintas sektor yang terus diperkuat.

Hingga 28 April 2026, tercatat sebanyak 122 kelompok terbang (kloter) dengan total 47.834 jemaah telah diberangkatkan menuju Arab Saudi, dikutip dari haji.go.id.

Dari jumlah tersebut, 113 kloter atau 44.315 jemaah telah tiba di Madinah dan mulai menempati hotel yang telah disiapkan. 

Proses kedatangan berlangsung bertahap dengan pendampingan petugas sejak di bandara hingga ke penginapan.

Hasan menegaskan bahwa kelancaran ini tidak lepas dari kesiapsiagaan petugas di setiap titik layanan. 

Ia menyebut bahwa sistem pelayanan dirancang untuk memastikan jemaah tetap merasa aman dan nyaman, termasuk bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.

Di sisi lain, Kemenhaj juga mengingatkan pentingnya disiplin jemaah dalam mematuhi aturan penerbangan, khususnya terkait barang bawaan. 

Baca juga: Waspadai Heatstroke, Jemaah Haji Diimbau Rutin Minum: 2 Teguk per 5 Menit

Larangan membawa benda berbahaya, bahan mudah terbakar, serta cairan melebihi batas yang ditentukan bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya menjaga keselamatan seluruh penumpang. 

Jemaah juga diminta tidak membawa barang titipan yang tidak diketahui isinya guna menghindari risiko hukum maupun keamanan.

“Ini bukan sekadar aturan administratif, tetapi menyangkut keselamatan penerbangan dan perlindungan seluruh jemaah. Kepatuhan menjadi kunci agar perjalanan ibadah berjalan aman dan nyaman,” jelasnya.

Terkait sejumlah kendala teknis yang sempat terjadi, pemerintah memastikan seluruh jemaah terdampak tetap diberangkatkan sesuai jadwal penyesuaian. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved