Ibadah Haji 2026
Wujudkan Haji Ramah Perempuan, Layanan dan Pendampingan Ibadah Terus Diperkuat
Kemenhaj menegaskan komitmennya untuk hadirkan layanan haji ramah perempuan pada musim haji tahun ini dengan menambah jumlah petugas haji perempuan.
Ringkasan Berita:
- Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) berkomitmen menghadirkan layanan haji yang ramah perempuan.
- Kasi Bimbingan Ibadah dan KBI HU PPIH Arab Saudi daerah kerja (daker) Makkah, Erti Herlina menjelaskan, tercatat 11 pembimbing ibadah perempuan bertugas di Makkah, Arab Saudi.
- Sementara di daker Madinah dan Bandara, masing-masing berjumlah 6 orang dan satu orang.
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan komitmen untuk menghadirkan layanan haji yang ramah perempuan pada musim haji 2026/1447 H.
Hal ini diwujudkan dengan menambah jumlah petugas haji yang menjadi pembimbing ibadah perempuan lebih banyak ketimbang tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Ibadah dan KBI HU PPIH Arab Saudi daerah kerja (daker) Makkah, Erti Herlina menjelaskan, tercatat 11 pembimbing ibadah perempuan bertugas di Makkah, Arab Saudi.
Sementara di daker Madinah dan Bandara, masing-masing berjumlah 6 orang dan satu orang.
"Artinya semua daker, kita siapkan para petugas pembimbing ibadah perempuan," kata Erti kepada tim Media Center Haji (MCH), Jumat (1/5/2026).
Begitu juga dengan kehadiran musyrif diny atau pengawas/pembimbing agama dari kalangan perempuan yang akan memberikan perhatian khusus melalui edukasi dan pendampingan langsung kepada jemaah, terutama saat fase penting menjelang puncak haji.
Mereka akan melakukan visitasi dan memberikan penguatan pemahaman hukum ibadah bagi jemaah perempuan di Makkah.
Kehadiran mereka diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan ibadah yang kerap dihadapi perempuan, seperti kondisi haid, kelelahan fisik, hingga kebutuhan khusus lainnya selama berhaji.
"Ada 8 Bu Nyai yang nanti siap memberikan penguatan terkait hukum-hukum ibadah bagi perempuan," tambahnya.
Menurut Erti, upaya ini menjadi fokus utama seiring jumlah jemaah perempuan yang mendominasi dalam kuota haji Indonesia tahun ini.
Diketahui, sebanyak 56 persen jemaah haji Indonesia tercatat merupakan perempuan.
Baca juga: Jemaah Haji Indonesia Mulai Padati Masjidil Haram, Tunaikan Umrah Wajib
Selain itu, kelompok lansia yang juga cukup besar didominasi oleh perempuan.
Kondisi ini menjadi alasan kuat kementerian menjadikan aspek ramah perempuan sebagai prioritas layanan haji tahun ini.
"Kenapa menjadi tagline harus ramah perempuan? Karena dalam segi peribadatan antara laki-laki dengan perempuan berbeda. Secara fisik, laki-laki dan perempuan itu berbeda sehingga menimbulkan hukum termasuk dalam ibadah itu juga berbeda," jelasnya.
Tak hanya itu, peran perempuan dalam struktur kepemimpinan kloter juga semakin menguat. Sejak beberapa tahun terakhir, jumlah ketua kloter perempuan terus meningkat.
Mereka tidak hanya memiliki kompetensi keilmuan agama, tetapi juga telah melalui proses sertifikasi sebagai pemimpin ibadah haji, sehingga memiliki standar pelayanan yang sama dengan petugas lainnya.
Dengan berbagai penguatan tersebut, pemerintah berharap jemaah perempuan dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman, aman, dan sesuai tuntunan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kasi-Bimbingan-Ibadah-dan-KBIH-KBIHU-PPIH-Arab-Saudi-daerah-kerja-daker-Makkah-Erti-Herlina.jpg)