Kamis, 7 Mei 2026

Ibadah Haji 2026

Hari ke-16 Operasional Haji 2026: 97 Ribu Jemaah Diberangkatkan, Diimbau Manfaatkan Layanan Digital

Hingga data terakhir per 5 Mei 2026, proses pemberangkatan jemaah haji dari Indonesia sebanyak 97.139 jemaah.

Tayang:
Media Center Haji 2026
MASJID NABAWI - Sejumlah jemaah beribadah di Masjid Nabawi, Minggu (3/5/2026). Hingga data terakhir per 5 Mei 2026, proses pemberangkatan jemaah haji dari Indonesia sebanyak 97.139 jemaah. 
Ringkasan Berita:
  • Hingga hari ke-16 operasional Haji 2026, sebanyak 97 ribu jemaah telah diberangkatkan dengan proses yang berjalan lancar, tertib, dan terkoordinasi.
  • Pemerintah memperkuat layanan kesehatan dan bimbingan ibadah guna menjaga keselamatan serta kekhusyukan jemaah di tengah cuaca ekstrem.
  • Jemaah diimbau memanfaatkan layanan digital seperti aplikasi Nusuk dan Kawal Haji untuk kemudahan akses dan perlindungan selama beribadah.

TRIBUNNEWS.COM - Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang memiliki kedudukan sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim. 

Ibadah ini diwajibkan bagi setiap umat Islam yang mampu, baik secara fisik, mental, maupun finansial, serta memiliki kesempatan untuk menempuh perjalanan ke Tanah Suci.

Haji bukan sekadar perjalanan ritual, melainkan perjalanan spiritual yang mengandung nilai pengorbanan, kesabaran, dan kepasrahan total kepada Allah SWT. 

Pada tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, penyelenggaraan ibadah haji Indonesia telah memasuki hari ke-16 masa operasional, sebuah fase krusial yang menandai intensitas tinggi dalam pergerakan jemaah serta penguatan layanan di berbagai sektor.

Dalam keterangan resminya pada Kamis, 6 Mei 2026, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Suci Annisa, menyampaikan bahwa secara umum penyelenggaraan haji berjalan lancar, tertib, dan terkendali. 

"Secara umum, proses pemberangkatan, kedatangan, serta pergerakan jemaah berjalan secara lancar, tertib, dan terus dalam pendampingan petugas di seluruh titik layanan," kata Suci kepada Media Center Haji 2026.

Pemerintah terus memfokuskan upaya pada penguatan bimbingan ibadah, peningkatan kualitas layanan kesehatan, serta perlindungan jemaah melalui pemanfaatan teknologi digital.

Hingga data terakhir per 5 Mei 2026, proses pemberangkatan jemaah dari Indonesia menunjukkan progres signifikan. 

Sebanyak 250 kelompok terbang (kloter) dengan total 97.139 jemaah dan 996 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi.

Di sisi lain, kedatangan jemaah di Madinah juga berjalan lancar. 

Tercatat 239 kloter dengan 92.739 jemaah dan 952 petugas telah tiba dan menempati akomodasi yang telah disiapkan secara terorganisir. 

Baca juga: Jemaah Haji Asal Bogor Meninggal, Total 10 Warga Indonesia Wafat di Saudi

Fasilitas yang disediakan dirancang untuk mendukung kenyamanan dan kelancaran ibadah, termasuk akses transportasi, konsumsi, dan layanan kesehatan.

Pergerakan jemaah menuju Makkah juga berlangsung bertahap. 

Hingga saat ini, 88 kloter dengan 34.244 jemaah dan 352 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib, sebagai bagian awal dari rangkaian ibadah haji

Seluruh proses ini berjalan dengan pengawalan ketat petugas guna memastikan keamanan, ketertiban, dan keselamatan jemaah di setiap titik layanan.

Manfaatkan Layanan Digital untuk Perlindungan

Sebagai bagian dari inovasi layanan, pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi Kawal Haji. 

Platform ini menjadi sarana pengaduan terpadu yang memungkinkan jemaah dan keluarga untuk melaporkan berbagai kendala secara real-time.

"Kami mengimbau jemaah untuk memanfaatkan aplikasi kawal haji, yaitu platform digital berbasis cross-searching yang memudahkan pelaporan dan penanganan kendala jemaah secara real-time di Tanah Suci," jelas Suci.

Melalui aplikasi ini, berbagai layanan dapat dipantau, mulai dari konsumsi, akomodasi, transportasi, kondisi kesehatan, hingga laporan kehilangan barang atau jemaah.

Keunggulan aplikasi Kawal Haji antara lain:

  • Pelaporan cepat dan responsif
  • Sistem partisipatif antara jemaah dan petugas
  • Transparansi dalam penanganan laporan
  • Integrasi lintas sektor untuk solusi yang lebih efektif
  • Antarmuka sederhana dan ramah bagi jemaah lanjut usia

Pemanfaatan teknologi ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan layanan haji yang modern, transparan, dan akuntabel.

"Kami menghimbau kepada jemaah dan keluarga untuk aktif menggunakan aplikasi ini apabila menemukan kendala selama penyelenggaraan ibadah haji," terangnya.

Layanan Kesehatan Diperkuat di Tengah Tantangan Cuaca

Salah satu fokus utama penyelenggaraan haji tahun ini adalah sektor kesehatan. 

Dengan kondisi cuaca di Arab Saudi yang cukup ekstrem, berkisar antara 38 hingga 40 derajat Celcius, pemerintah terus meningkatkan kesiapan layanan kesehatan.

Hingga saat ini, tercatat:

  • 12.725 jemaah telah mendapatkan layanan rawat jalan
  • 144 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI)
  • 232 jemaah dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi
  • 70 jemaah masih menjalani perawatan intensif

Selain itu, pemerintah juga melaporkan bahwa total jemaah wafat hingga saat ini berjumlah 10 orang. 

Salah satu jemaah yang wafat pada 5 Mei 2026 berasal dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

Penyebab wafat didominasi oleh penyakit penyumbatan pembuluh darah ke jantung dan gangguan pernapasan seperti radang paru-paru.

Pemerintah menyampaikan belasungkawa mendalam.

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam, semoga Almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," terangnya.

Kemenhaj memastikan bahwa seluruh jemaah mendapatkan layanan kesehatan terbaik melalui pos kesehatan kloter, layanan sektor, fasilitas KKHI, hingga rumah sakit rujukan di Arab Saudi.

Penguatan Bimbingan Ibadah untuk Kekhusyukan Jemaah

Selain aspek fisik, pembinaan spiritual juga menjadi perhatian utama. 

Pemerintah terus memperkuat layanan bimbingan ibadah agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian haji sesuai tuntunan syariat.

Hingga saat ini, sebanyak 29.497 jemaah telah memperoleh tasreh atau izin masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi.

Pada 5 Mei 2026 saja, sebanyak 341 izin telah diterbitkan.

Jemaah diimbau untuk menggunakan aplikasi Nusuk dalam mengakses jadwal kunjungan ke Raudhah agar lebih tertib dan terorganisir. 

"Kami menghimbau jemaah agar menggunakan aplikasi Nusuk untuk mengakses layanan masuk ke raudhah di Masjid Nabawi sesuai jadwal yang telah ditentukan," jelasnya.

Selain itu, layanan bimbingan ibadah dilakukan melalui:

  • Konsultasi ibadah, termasuk pelaksanaan umrah sunnah
  • Pendampingan jemaah, terutama bagi yang sakit atau memiliki keterbatasan
  • Edukasi langsung di sektor pemondokan maupun fasilitas kesehatan

Langkah ini penting untuk memastikan bahwa ibadah tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga dilakukan dengan pemahaman yang baik.

Imbauan Penting untuk Menjaga Kondisi Fisik

Di tengah padatnya aktivitas ibadah dan kondisi cuaca yang panas, jemaah diimbau untuk lebih disiplin dalam menjaga kesehatan. 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Menyesuaikan aktivitas ibadah dengan kemampuan fisik
  • Menghindari kelelahan dengan istirahat cukup
  • Memperbanyak konsumsi air untuk mencegah dehidrasi
  • Menggunakan pelindung seperti payung, topi, dan alas kaki yang nyaman
  • Segera melapor kepada petugas kesehatan jika mengalami keluhan

(Tribunnews.com/Farra)

Artikel Lain Terkait Ibadah Haji 2026

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved