Jumat, 22 Mei 2026

Ibadah Haji 2026

Pemerintah Arab Saudi Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Jelang Puncak Haji

Kebijakan tersebut membuat sejumlah bus pengangkut jemaah harus berputar-putar sehingga terjadi antrean dan keterlambatan di beberapa terminal.

Tayang:
Penulis: Fahdi Fahlevi
Media Center Haji 2026/TribunTimur/Hasim Arfah
REKAYASA LALU LINTAS - Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf menemui jemaah haji dari Kloter 37 Embarkasi Kertajati di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Selasa (19/5/2026). Mochamad Irfan Yusuf, mengungkapkan Pemerintah Arab Saudi menerapkan rekayasa lalu lintas menjelang puncak ibadah haji. 

Ringkasan Berita:
  • Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, mengungkapkan Pemerintah Arab Saudi menerapkan rekayasa lalu lintas menjelang puncak ibadah haji.
  • Kebijakan tersebut membuat sejumlah bus pengangkut jemaah harus berputar-putar sehingga terjadi antrean dan keterlambatan di beberapa terminal.
  • Pemerintah Indonesia, kata Irfan Yusuf, terus berkoordinasi agar pelayanan transportasi tetap berjalan optimal.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, mengungkapkan Pemerintah Arab Saudi menerapkan rekayasa lalu lintas menjelang puncak ibadah haji.

Kebijakan tersebut membuat sejumlah bus pengangkut jemaah harus berputar-putar sehingga terjadi antrean dan keterlambatan di beberapa terminal.

Baca juga: Mendadak Batal Haji, Purbaya Bantah Diminta Prabowo Batalkan Keberangkatan

"Menjelang Arafah ada rekayasa lalu lintas yang dilakukan Pemerintah Saudi, sehingga beberapa bus harus berputar-putar," kata Irfan Yusuf.

Hal tersebut diungkapkan Irfan Yusuf usai melakukan peninjauan pelayanan jemaah di Terminal Syib Amir, Makkah.

Meski terjadi dinamika transportasi menjelang puncak haji, Irfan meminta jemaah tetap tenang. 

Pemerintah Indonesia, kata Irfan Yusuf, terus berkoordinasi agar pelayanan transportasi tetap berjalan optimal.

"Kami memaklumi keterlambatan tersebut, namun kami pastikan dan upayakan secara maksimal seluruh jemaah tetap terangkut kembali ke hotelnya masing-masing dengan aman," kata Irfan.

Ia menjelaskan, peninjauan langsung dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah mendapatkan pelayanan optimal dari para petugas yang telah bersiaga sejak pagi hari.

Pemerintah, kata Irfan, berkomitmen terus melakukan evaluasi berkala terhadap penyelenggaraan ibadah haji agar kualitas layanan semakin baik.

Baca juga: Jelang Puncak Haji, Layanan Bus Shalawat Berhenti Sementara per 22 Mei 2026

"Kita akan selalu mengevaluasi. Kelebihan yang ada kita pertahankan dan kita tingkatkan, sementara kekurangan kita tutup dan perbaiki. Hal itu yang harus terus dilakukan," katanya.

Berdasarkan data operasional per 20 Mei 2026, sebanyak 513 kloter dengan 197.876 jemaah dan 2.044 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci. 

Sementara itu, sebanyak 237 kloter dengan 90.691 jemaah dan 945 petugas telah tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. 

Adapun jemaah yang telah tiba di Makkah tercatat sebanyak 502 kloter dengan 193.593 jemaah dan 2.008 petugas.
 

 

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved