PT AIMS Mengumumkan Kinerja Yang Signifikan di Tahun 2021

Sabtu, 30 Juli 2022 03:03 WIB
Foto #5
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penjualan AIMS tahun 2021 dilaporkan meningkat tajam dibandingkan tahun lalu. Sesuai surat keputusan Direksi PT. Bursa Efek Indonesia No. Kep-00015/BEI/01-2021 perihal perubahan peraturan nomor I-E tentang kewajiban penyampaian informasi, maka pada 29 Juli 2022, PT Akbar Indo Makmur Stimec Tbk (AIMS) menggelar kegiatan public expose tahunan untuk tahun ini.      Berdasarkan Kinerja keuangan sampai dengan 31 Desember 2021, perusahaan ini telah berhasil meraih kinerja laba rugi serta membukukan keuangan secara positif, setelah sejak tahun 2017 perusahaan terus mengalami kerugian.     "Kami sampaikan bahwa pada hari ini tanggal 29 Juli 2022 kami telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk tahun buku 2021. Dan RUPS tahun 2022 ini dilaksanakan dengan mengimplementasikan e-RUPS yang disediakan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang akhirnya saat ini kita lakukan publik ekspos untuk memberikan laporan keuangan kami yang mengalami peningkatan," kata Ramono Sukadis selaku Direktur Utama PT. Akbar Indo Makmur Stimec.Tbk, Jumat (29/7/2022) di Jakarta.     Penjualan tahun 2021 dilaporkan sebesar Rp 38,51 miliar naik sebesar 716% dibanding tahun sebelumnya. Laba bersih sebesar Rp 2,61 miliar dan laba per saham menjadi positif Rp 11,89 per saham. Pertama kali dicapai dalam 5 tahun terakhir. Sebagai informasi, di tahun lalu perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan batubara tersebut membukukan laba kotor Rp 231 juta. Namun, pada penghujung tahun 2020 perusahaan ini harus membukukan rugi Rp 863 juta.     Aset tahun 2021 tumbuh menjadi sebesar Rp 23,54 miliar dan saldo laba ditahan tersisa hanya sebesar minus Rp 21,58 juta, nyaris menutup kerugian 5 tahun sebelumnya.    Tampaknya AIMS mampu meletakkan landasan bisnis yang mumpuni untuk meraih pertumbuhan ke depannya.     Hal ini tercermin pada Laporan Keuangan Kuartal I per 31 Maret 2022 dimana AIMS sudah membukukan penjualan sebesar Rp 10,75 miliar, laba bersih sebesar Rp 1,67 miliar dan laba per saham sebesar Rp 7.61 per saham, hanya dalam waktu 3 bulan,     "Dengan kuota produksi batubara sebanyak 24 tongkang batubara yang kita peroleh tahun ini, maka kami berharap kinerja tahun 2022 sekurang-kurangnya sama dengan tahun 2021," jelas M. Aditya Hutama Putra, Direktur AIMS.     "Kami sama sekali tidak berada dalam zona nyaman, namun justeru tertantang menumbuh kembangkan perusahaan agar meningkatkan nilai korporasi (corporate value) ke depannya," pungkas Aditya.     Seperti diketahui AIMS masih menduduki peringkat sebagai emiten skala kecil berdasarkan peraturan OJK No. 43/2020, dengan memiliki aset di bawah 50 miliar.     Pertumbuhan sepertinya menjadi tantangan bagi AIMS agar tetap eksis di pasar modal, naik kelas dan mampu berbicara ke sumber-sumber pendanaan korporasi.     Salah satu strategi yang dicanangkan AIMS adalah dengan memperkuat bisnis yang sudah ada, yaitu dengan mengupayakan penambahan kuota produksi batubara, melakukan trading sendiri dan memperoleh pelanggan baru.   Tidak tertutup kemungkinan AIMS juga akan menjajaki diversifikasi bidang usaha, tidak hanya bergantung pada satu produk energi.     "Kami sedang melakukan kajian secara komprehensif, melibatkan mitra bisnis dan tenaga ahli. Pada saatnya nanti akan kami sampaikan terlebih dahulu kepada otoritas pasar modal," ujar Heriman Setyabudi selaku Corporate Secretary menutup publik ekspos. //xis
Byline/Fotografer TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Byline Title STF
Date Created 20220729
Credit TRIBUNNEWS.COM
Source TRIBUNNEWS.COM
City Jakarta
Province DKI Jakarta
Country Indonesia
Copyright TRIBUNNEWS.COM
KOMENTAR
berita TERKAIT